,

    Daftar Istilah

    1.‘Adh-h = ‘Idhah : Sihir, dusta, tindakan mengadu domba, menghasut dan memfitnah.
    2.‘Adhih (ism fa’il) : Tukang sihir.
    3.‘Adwa :  Penjangkitan atau penularan penyakit.
    4.‘Ain : Pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang melalui matanya, kena mata.
    5.‘Alaihissalam : Semoga salam sejahtera senantiasa dilimpahkan (Allah) kepadanya.
    6.Allah akbar : Allah Maha besar.
    7.Atsar : ada dua pengertian :
    8.Hadits:Perkataan atau perbuatan yang dinisbatkan kepada sahabat atau tabi’in.
    9.‘Azimah : lihat ruqyah.
    10.‘Azza wa Jalla : Maha Mulia dan Maha Agung.
    11.Barzakh : Alam ghaib setelah manusia meninggal dunia sampai hari kiamat, atau alam kubur.
    12.Dinar : Nama satuan uang, pada zaman Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam yang terbuat dari emas.
    13.Dirham : Nama satuan uang, pada zaman Rasaulullah Shallallahu’alaihi wasallam yang lebih kecil nilainya daripada dinar, yang terbuat dari perak.
    14.Fai’ : Harta yang diperoleh kaum muslimin dari musuh tanpa melalui peperangan, karena ditinggal lari oleh pemiliknya.
    15.Fa’l : Perasaan optimis, harapan bernasib baik dan sukses.
    16.Ghanimah : Harta yang diambil alih oleh kaum muslimin dari musuh mereka ketika dalam peperangan, rampasan perang.
    17.Ghaul : Hantu (gendruwo), salah satu jenis jin.
    18.Hadits : Tuntunan dan tradisi yang diajarkan Rasalullah Shallallahu’alaihi wasallam melalui sabda, sikap, perbuatan dan persetujuan beliau, sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, sikap, atau persetujuan.
    19.Hamah : Burung hantu.
    20.Hasan : Hadits yang tingkatannya di bawah hadits shoheh, karena daya hafal atau kecermatan dan ketelitian orang yang meriwayatkannya masih kurang, tetapi bila banyak atau ada berbagai jalan dalam meriwayatkannya maka hadits tersebut meningkat menjadi shoheh.
    21.Ibadah : Penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan mentaati segala perintahNya, dan menjauhi segala laranganNya, sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah, disertai dengan penuh rasa kerendahan hati dan penuh rasa cinta.
    22.Iman : Ucapan hati dan lisan yang disertai dengan perbuatan, diiringi dengan ketulusan niat karena Allah, dan dilandasi dengan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah.
    23.Isnad : Silsilah orang-orang yang meriwayatkan hadits dari Rasulullah.
    Istinja’ : Bersuci atau membersihkan diri 24.setelah buang hajat kecil atau besar.
    25.Iyafah : Meramal nasib baik dengan menerbangkan burung, apabila terbang ke arah kanan berarti ada alamat baik. 

    Sedang bedanya dengan thiyarah adalah kalau thiyarah itu meramal nasib buruk, atau merasa bernasib sial dengan melihat burung, hewan atau lainnya.
    26.Jahiliyah : Kebodohan, yaitu suatu zaman yang ciri utamanya ialah mengagungkan selain Allah dengan disembah, dipuja, dipatuhi dan ditaati. 

    Ciri lainnya kebobrokan mental dan kerusakan akhlak, seperti zaman sebelum Islam.
    27.Ja’iz : Mubah, tidak dilarang dan tidak pula dianjurkan.
    28.Jayyid : Suatu tingkatan sanad di atas hasan.
    29.Jibt : Sihir, sebutan yang bisa digunakan untuk sihir, tukang sihir, tukang ramal, dukun, berhala dan yang sejenisnya.
    30.Jizyah : Semacam pajak yang dipungut dari orang-orang non muslim yang mampu lagi dewasa, sebagai ganti daripada zakat yang dipungut dari orang-orang Islam, atas segala perlindungan dan ketentraman yang diberikan oleh kaum muslimin.
    31.Al Khalil : Kekasih mulia, tingkatannya lebih tinggi daripada habib (kekasih).
    32.Khamilah : Pakaian yang berbulu atau berbeludru, pakaian tersebut terbuat dari wool.
    33.Khamisah : Pakaian yang terbuat dari dari wool atau sutera dengan sulaman yang indah lagi menarik.


    34.Kunyah (baca : kun-yah) : Nama panggilan untuk kehormatan, seperti : Abu al–Abbas, Abu Abdillah, Abu Ahmad, dll. 

    Biasanya diambil dari nama anak yang pertama.

    35.Makruh : Sesuatu yang apabila dikerjakan kurang baik, tetapi apabila ditinggalkan akan mendapat pahala.
    36.Marfu’ : Hadits yang disampaikan oleh Rasulullah, sesuatu yang dinisbatkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam baik itu berupa ucapan, perbuatan, sikap atau persetujuan, meskipun yang menisbatkan itu seorang sahabat atau tabi’in.
    37.Mauquf : Sesuatu yang dinisbatkan kepada seorang sahabat, baik itu berupa ucapan, perbuatan atau persetujuan, perkataan yang diucapkan seorang sahabat atau perbuatan yang dilakukannya atau persetujuannya terhadap apa yang dilakukan seorang tabi’in.
    38.Mufti : Orang yang memberikan fatwa atau petunjuk atas suatu masalah.
    39.Nadzar : Ungkapan seseorang dengan ucapan bahwa ia akan melakukan sesuatu untuk Alloh jika tercapainya sesuatu baginya
    40.Nau’ : Bintang, arti asalnya : tenggelamnya atau terbitnya suatu bintang.
    41.Nusyrah : Tindakan untuk menyembuhkan atau mengobati orang yang terkena sihir dengan mantera atau jampi.
    42.Qadha = qadar : Ketetapan ilahi, artinya bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini diketahui, dicatat, dikehendaki dan diciptakan oleh Allah.
    43.Qunut : Membaca doa dalam shalat, dilakukan sebelum ruku’ atau sesudahnya pada rakaat terakhir, terutama pada waktu nazilah (dalam keadaan ada bahaya).
    Radhiyallahu ‘anhu; ‘anha; ‘anhuma : Semoga Allah senantiasa melimpahkan keridhaan kepadanya (laki-laki, wanita, mereka berdua).
    44.Risywah : Sogokan, uang semir, uang pelicin.
    45.Riya’ : Melakukan suatu amal dengan cara tertentu supaya diperhatikan orang lain dan dipujinya, contohnya : seseorang melakukan shalat, lalu memperindah shalatnya ketika dia mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya.
    46.Ruqyah : Usaha penyembuhan suatu penyakit dengan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an, doa-doa, atau mantera-mantera.
    Sakrat al maut : Rasa pedih dan sakit yang dirasakan seseorang ketika dicabut nyawanya, sekarat.
    47.Sanad : lihat Isnad.
    48.Shafar : Bulan kedua dalam tahun hijriyah, yaitu bulan sesudah bulan bulan muharram.
    49.Shahih : Hadits yang diriwayatkan secara bersinambung oleh orang-orang yang terpercaya (prilaku, daya hafal dan kecermatannya) mulai dari awal sanad sampai yang terakhir, bebas dari suatu keganjilan atau sebab yang menjadikan hadits tersebut lemah.
    Shallallahu ‘alaihi wasallam : Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam sejahtera kepada beliau.
    Subhanahu wa ta’ala : Maha suci Allah dan Maha tinggi.
    50.Subhanallah : Maha suci Allah.
    51.Syahadat : persaksian dengan hati dan lisan bahwa “Tiada sembahan yang hak selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”, dengan mengerti maknanya dan mengamalkan apa yang menjadi tuntunannya, baik zhahir maupun batin.
    52.Syafaat : Perantaraan, yaitu perantaraan yang akan dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam kepada Allah, dan hal itu dengan seizinNya, untuk meringankan beban umat manusia ketika di padang mahsyar (pada hari kiamat) dan inilah yang dinamakan syafaat al kubra (terbesar) atau disebut juga al Maqam al mahmud, untuk memasukkan ke dalam surga bagi mereka yang berhak mendapatkan surga, untuk tidak memasukkan ke neraka bagi ahli tauhid dari umatnya yang berdosa yang semestinya masuk neraka, untuk mengeluarkan dari neraka orang orang ahli tauhid yang berdosa yang sudah masuk neraka, untuk menambahkan pahala dan meningkatkan derajat bagi orang-orang penghuni surga, dan perantaraan kepada Allah untuk meringankan siksa bagi sebagian orang kafir dan ini khusus untuk paman beliau Abu Thalib.
    53.Ta’ala : Maha Tinggi.
    54.Ta’awwudz : Meminta perlindungan kepada Allah engan mengucapkan A’udzu billah min …” (aku berlindung kepada Allah dari …)
    55.Tahmid : Memuji Allah ta’ala dengan mengucapkan “Alhamdulillah” (segala puji hanya milik Allah).
    56.Tahrif : Menyelewengkan suatu nash dari Al Qur’an atau Hadits dengan merubah lafazhnya atau membelokkan maknanya dari makna yang sebenarnya.
    57.Takbir : Mengagungkan Allah dengan mengatakan “Allah Akbar” (Allah Maha besar).
    58.Takyif : Mempertanyakan bagaimana sifat Allah itu, atau menentukan bahwa hakekat sifat Allah itu begini atau begitu.
    59.Tamimah : Sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan dari rasa dengki seseorang, dsb. Dan termasuk dalam hal ini apa yang dinamakan dengan haikal.
    60.Tamtsil : Menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhlukNya.
    61.Tathayyur : Berfirasat buruk, merasa bernasib sial, atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lain, atau apa saja.
    62.Ta’thil : Mengingkari seluruh atau sebagian sifat-sifat Allah. Sedang perbedaannya dengan tahrif, bahwa ta’thil tidak mengakui makna sebenarnya yang terkandung oleh suatu nash dari Al Qur’an atau Al Hadits. Adapun tahrif ialah merobah lafadznya atau memberikan tafsiran yang menyimpang dari makna sebenarnya yang dikandung oleh nash tersebut. lihat tahrif.
    63.Ta’wil : Ada tiga pengertian :
    hakekat atau kenyataan yang sebenarnya dari sesuatu perkataan atau berita. Seperti kata kata ta’wil yang tersebut dalam Al Qur’an 7 : 3, 53 : 7, 39 : 10, dan sebagainya.
    penafsiran, seperti kata kata para ahli tafsir : “ta’wil dari firman Allah …”, 

    artinya : penafsiran dari firman Allah.
    penyimpangan suatu kata dari makna yang sebenarnya ke makna yang lain. Dan inilah yang dimaksud dengan ta’wil yang sering disebutkan dalam pembahasan teologis.
    64.Tiwalah : Guna-guna, sesuatu yang dibuat untuk supaya suami mencintai isterinya atau sebaliknya.
    Thaghut : Setiap sesuatu yang diagungkan 65.selain Allah dengan disembah, atau ditaati, atau dipatuhi, baik yang diagungkan itu batu, manusia, atau syetan.
    66.Tharq : Meramal dengan membuat garis di atas tanah. Caranya antara lain, seperti yang dilakukan orang-orang Jahiliyah, yaitu : dengan membuat garis-garis yang banyak secara acak (sembarangan), lalu dihapus dua-dua, apabila yang tersisa dua garis itu tandanya akan sukses atau bernasib baik, tetapi apabila tinggal satu garis saja itu tandanya akan gagal atau bernasib sial.
    67.Ulama : Ilmuwan, secara khusus : orang ahli dalam bidang agama Islam.
    68.Umara’ : Pemimpin, penguasa.
    69.Wada’ah : Sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang, menurut anggapan orang-orang Jahiliyah bisa digunakan sebagai penangkal penyakit.


    Demikianlah Istilah Kata Di Dalam Tauhid Semoga Kita di jadikan manusia yang BerTauhid,Dan Mencintai Allah swt,(Aamiin)

    , , ,

    Mediasangmuslim.com Jakarta - Makna Aqidah Dan Urgensinya Sebagai Landasan Agama
    Aqidah Secara Etimologi
    Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan. Kalimat “Saya ber-i’tiqad begini” maksudnya: saya mengikat hati terhadap hal tersebut.
    Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang.
    Jika dikatakan “Dia mempunyai aqidah yang benar” berarti aqidahnya bebas dari keraguan.
    Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu.

    Aqidah Secara Syara

    Yaitu iman kepada Allah, para MalaikatNya, Kitab-kitabNya, para RasulNya dan kepada Hari Akhir serta kepada qadar yang baik maupun yang buruk.
    Hal ini disebut juga sebagai rukun iman.
    Syari’at terbagi menjadi dua:

    i’tiqadiyah dan amaliyah

    I’tiqadiyah adalah hal-hal yang tidak berhubungan dengan tata cara amal. Seperti i’tiqad (kepercayaan) terhadap rububiyah Allah dan kewajiban beribadah kepadaNya, juga beri’tiqad terhadap rukun-ru­kun iman yang lain.
    Hal ini disebut ashliyah (pokok agama).

    (1).Sedangkan amaliyah adalah segala apa yang berhubungan dengan tata cara amal. Seperti shalat, zakat, puasa dan seluruh hukum-hukum amaliyah.
    Bagian ini disebut far’iyah (cabang agama), karena ia di­bangun di atas i’tiqadiyah.
    Benar dan rusaknya amaliyah tergantung dari benar dan rusaknya i’tiqadiyah.
    Maka aqidah yang benar adalah fundamen bagi bangunan agama serta merupakan syarat sahnya amal. Sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta’ala:

    Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhan­nya.” (Al-Kahfi: 110)

    “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu ter­masuk orang-orang yang merugi.”
    (Az-Zumar: 65)

    Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih (dari syirik).”
    (Az-Zumar: 2-3)

    Ayat-ayat di atas dan yang senada, yang jumlahnya banyak, menunjukkan bahwa segala amal tidak diterima jika tidak bersih dari syirik.
    Karena itulah perhatian Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam yang pertama kali adalah pelu­rusan aqidah.
    Dan hal pertama yang didakwahkan para rasul kepada umatnya adalah menyembah Allah semata dan meninggalkan segala yang dituhankan selain Dia.

    Sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta’ala: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’, …”
    (An-Nahl: 36)

    Dan setiap rasul selalu mengucapkan pada awal dakwahnya: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada tuhan bagimu selainNya.”
    (Al-A’raf: 59, 65, 73, 85)

    Pernyataan tersebut diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Shalih, Syu’aib dan seluruh rasul.
    Selama 13 tahun di Makkah -sesudah bi’tsah- Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam mengajak manusia kepada tauhid dan pelurusan aqidah, karena hal itu merupakan landasan bangunan Islam. Para da’i dan para pelurus agama dalam setiap masa telah mengikuti jejak para rasul dalam berdakwah. Sehingga mereka memulai dengan dakwah kepada tauhid dan pelurusan aqidah, setelah itu mereka mengajak kepada se­luruh perintah agama yang lain.
    (1) Syarah Aqidah Safariniyah, I, hal. 4.

    , , , ,

    Mediasangmuslim.com Jakarta - Status Ustad Abu Jansal Al-Boliwudi Sungguh sangat di sayangkan Beliau Bergelar Ustad namun Tidak Memahami Agama Dan Tauhid Dan Keislamannya dan Ke imanannya Mesti di Pertanyakan,Membaca Status Dari Akun Facebook Ustad Abu Jansal Al-Boliwudi sungguh sangat Tidak masuk akal dia yang menyebut dirinya ustad ko menulis hal seperti ini:

    ANGKA TAK PERNAH BERBOHONG

    Sila pertama Pancasila adalah "Ketuhanan yang Maha Esa", artinya Indonesia adalah negara SEKULER ISLAMI karena falsafah negaranya mewajibkan umat Muslim untuk menyembah Allah.

    Ideologi Republik Indonesia tidak perlu di-islamkan lagi karena sudah cukup islami. Pancasila adalah HUKUM ALLAH SWT di bumi. Melawan Pancasila berarti melawan Allah, habis cerita.

    Maka ketika seorang Pemimpin Non Muslim dipilih oleh rakyat untuk memimpin rakyat yang mayoritas Muslim adalah SAH HUKUMNYA kaena dinaungi oleh falsafah islami Pancasila hukum Allah di bumi.

    Apalagi bila pemimpin non muslim tersebut menegakkan Syariat Islam menutup 2 lokalisasi besar yang mana seluruh pemimpin muslim sebelumnya TIDAK MAMPU menutupnya.

    Matematika adalah kejujuran absolut karena angka tidak akan pernah berbohong.

    اللّهُمّ صَلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَآلِ مُحَمّدٍ
    Ustad Abu Janda al-Boliwudi

    * siap-siap dituduh cina kapir, liberal kuminis, kresten syiah, misionaris ahok center, antek wahyudi, mahluk planet Namec, agen illumi nasi free mesen pulang bayar

    (Net)

    https://m.facebook.com/ustadabujanda/photos/a.1605016799741873.1073741828.1604935879749965/1701242513452634/?type=3

    dan banyak juga netizen yang menyerang beliau dengan kata kata tidak pantas lantaran beliau seolah olah menghina umat muslim dan ulama.
    ada pun salah satu Netizen membalas TS dari ustad Abu Jansal Al-Boliwudi

    Kritik utk Abu Jandal

    Agus Nizami

    Ini menyesatkan. Menghina Muslim. Menghina Ahlul Bait. Sambil memuja2 orang kafir.
    Masalah FPI memberantas pelacuran jalanan itu sudah berulangkali terjadi. Cuma gara2 ini, orang banyak menuding FPI anarkis, dsb.

    Anggota FPI itu terbatas dari jumlah dan senjata. Beda dgn Ahok yg bisa mengerahkan Satpol PP, Polisi, hingga tentara dgn jumlah lebih dari 5000 personel. Tak heran ada anggota FPI yg dibacok.

    Apa Ahok benar2 mau menutup tempat pelacuran? Tidak juga. Buktinya tempat2 pelacuran seperti Alexis, Mangga Dua, Blok M, dsb tetap berdiri. Yang digusur Ahok itu cuma yg berlokasi di jalur hijau. Tanah milik pemerintah. Ada pun yg bukan di jalur hijau tidak digusur.

    Ahok menggambarkan pelacuran itu seperti kotoran manusia. Kalau di tempat umum kan jelek. Tapi kalau dibuatkan toilet khusus atau tempat khusus pelacuran, kan bagus. Begitu. Ahok justru mau mendirikan tempat pelacuran khusus.

    Menurut Ahok, akan jauh lebih bijak jika pemerintah melegalkan salah satu kawasan sebagai pusat lokalisasi prostitusi. Sebab diakuinya, prostitusi tidak dapat dihilangkan dari muka bumi. Maka dari pada prostitusi tersebar di mana-mana, lebih baik dipusatkan di satu titik.
    http://news.detik.com/berita/3140560/ahok-prostitusi-ibarat-kotoran-manusia-yang-berserakan

    Ahok justru ingin kembali mengadakan lokalisasi khusus prostitusi. Dia menganalogikan lokalisasi dengan toilet. "Kamu mau buang kotoran di mana-mana itu jorok, tapi kalau ditempatkan di satu toilet kan duduknya bisa lama," ujar Ahok.
    https://m.tempo.co/read/news/2016/02/15/064744949/ahok-sulit-hapus-prostitusi-di-jakarta

    Bahkan, menurutnya akan lebih baik ada tempat lokalisasi resmi agar dapat meningkatkan pendapatan daerah DKI Jakarta.
    http://jakarta.bisnis.com/read/20160218/77/520520/ahok-saya-tidak-bisa-larang-prostitusi

    Terus terang kalau ada yang menghina2 Muslim dan memuja2 orang kafir, saya tidak respek. Biasa2 sajalah.

    “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. “ (An Nisaa 4:138-139)

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu): sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada oarng-orang yang zalim ” (QS. Al-Maidah: 51)

    “Hai orang2 yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang2 yang zalim” (At Taubah:23)

    “Hai orang2 yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang2 kafir menjadi wali (teman atau pelindung)” (An Nisaa:144)

    “Janganlah orang2 mukmin mengambil orang2 kafir jadi pemimpin, bukan orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun…” 

    (Ali Imran:28)

    Fans Page Ustad Abu Janda

    http://www.facebook.com/ustadabujanda

    , ,

    sangat penting karena mencakup kehidupan sehari2

    CARA MAKAN & MINUM RASULULLAH SAW

        “Sesungguhnya Nabi saw menjilati jari jemarinya (sehabis makan) tiga kali.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari`Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan,dari Sa’id bin Ibrahim, dari salah seorang anak Ka’ab bin Malik, yang bersumber dari bapak nya.)

    • Nama Ibnul Ka’ab bin Malik (putera Ka’ab bin Malik r.a.) di sini tidak dijelaskan,sedangkan Ka’ab mempunyai anak dua orang,yaitu`Abdullah dan`Abdurrahman. Namun demikian keduanya punya tsiqat (dapat diterima periwayatannya),dan keduanya merupakan tabi’in besar.

        “Bila Nabi saw selesai makan, beliau menjilati jari jemarinya yang tiga.”(Diriwayatkan oleh al Hasan bin `Ali al Khilali, dari `Affan, dari Hammad bin Salamah, dari Tsabit, yang bersumber dari Anas r.a.)

    • Yang dimaksud jari yang tiga ,yakni: jari tengah, jari telunjuk dan ibu jari.

        JENIS ROTI YANG DIMAKAN OLEH RASULULLAH SAW

        “Keluarga Nabi saw tidak pernah makan roti sya’ir sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga Rasulullah saw wafat.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya menerima dari Muhammad bin Ja’far, dari Syu’bah, dari Ishaq, dari Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin Yazid, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

    • Sya’ir,khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan “gandum” sedangkan sya’ir merupakan gandum yang paling rendah mutunya. Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun dapat pula dihaluskan untuk makanan manusia. Roti yang terbuat dari sya’ir kurang baik mutunya sya’ir lebih dekat kepada jelai daripada gandum.
    • Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang tsiqat.”Rasulullah saw. tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.”(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari’Abdullah bin `Amr –Abu Ma’mar-,dari `Abdul Warits, dari Sa’id bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas r.a.)

        LAUK PAUK YANG DIMAKAN RASULULLAH SAW

        “Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Saus yang paling enak adalah cuka.”
        Abdullah bin `Abdurrahman berkata : “Saus yang paling enak adalah cuka.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin `Askar dan `Abdullah bin`Abdurrahman,keduanya menerima dari Yahya bin Hasan,dari Sulaiman bin Hilal, Hisyam bin Urwah, dari bapaknya yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

        “Rasulullah saw bersabda : “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)

    • Abi Usaid adalah `Abdullah bin Tsabit az Zarqi.

        “Nabi saw  menggemari buah labu. maka (pada suatu hari) beliau diberi makanan itu, atau diundang untuk makan makanan itu (labu). Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan dihadapannya, karena aku tahu beliau menggemarinya. (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Muhammad bin Ja’far, dan diriwayatkan pula oleh Abdurrahman bin Mahdi,keduanya menerima dari Syu’bah, dari Qatadahyang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

        “Nabi saw. menyenangi kue-kue manis (manisan) dan madu.”(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Ibrahim ad Daruqi, juga diriwayatkan oleh Salamah bin Syabib dan diriwayatkan pula oleh Mahmud bin Ghailan, mereka menerimanya dari Abu Usamah, dari Hisyam bin `Urwah yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

        “Nabi saw diberi makan daging, maka diambilakan baginya bagian dzir’an.Bagian dzir’an kesukaannya. Maka Rasulullah saw Mencicipi sebagian daripadanya. “(Diriwayatkan oleh Washil bin `Abdul A’la, dari Muhammad bin Fudlail, dari Abi Hayyan at Taimi, dari Abi Zar’ah, yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.)

    • Dzir’an adalah bagian tubuh binatang dari dengkul sampai bagian kaki.
    “Daging yang paling baik adalah punggung.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad, dari Mis’ar, dari Syaikhan, dari Fahm,yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a.)
    • Namanya adalah Muhammad bin `Abdullah, disebut pula Muhammad bin `Abdurrahman, juga disebut Abu Hay.

        BUAH-BUAHAN YANG DIMAKAN RASULULLAH SAW

        “Nabi saw memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak).”(Diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id, dari ayahnya yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a.)

    • Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis) “Sesungguhnya Nabi saw memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)”(Diriwayatkan oleh Ubadah bin `Abdullah al Khaza’i al Bashri, dari Mu’awiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin `Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

        DO’A RASULULLAH SAW. SEBELUM DAN SESUDAH MAKAN

        “Pada suatu hari, kami berada di rumah Rasulullah saw, maka Beliau menyuguhkan suatu makanan. Aku tidak mengetahui makanan yang paling besar berkahnya pada saat kami mulai makan dan tidak sedikit berkahnya di akhir kami makan.” Abu Ayub bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimanakah caranya hal ini bisa terjadi?” Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya kami membaca nama Allah waktu akan makan, kemudian duduklah seseorang yang makan tanpa menyebut nama Allah, maka makannya disertai syetan.”(Diriwayatkan oleh Qutaibah Dari Ibnu Luhai’ah, dari Yazid bin Abi Habib, dari Rasyad bin Jandal al Yafi’I, dari Hubeib bin Aus, yang bersumber dari Abu Ayub al Anshari r.a.)
        “Rasulullah saw bersabda : “bila salah seorang dari kalian makan,tapi lupa menyebut nama Allah atas makanan itu,maka hendaklah ia membaca :”Bismillahi awwalahu wa akhirahu.” (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).(Diriwayatkan oleh Yahya bin Musa, dari abu Daud, dari Hisyam ad Distiwai, dari Budail al Aqili, dari `Abdullah bin `Ubaid bin `Umair, dari Ummu Kultsum, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

    • Ummu Kultsum binti `Uqbah bin Abi Mu’ith al Umawiyah, adalah salah seorang sahabat Rasulullah saw. dan ia merupakan saudara seibu `Utsman bin Affan r.a.”Apabila Rasulullah saw. selesai makan, maka Beliau membaca : “Alhamdulillahil ladzi ath’amana wa saqana wa ja’alana muslimin.” (Segala puji bagi Allah Yang memberi makan kepada kami, memberi minum kepada kami dan menjadikan kami orang-orang islam)(Diriwayatkan oleh Mahmud Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubairi, dari Sufyan as Tsauri,dari Abu Hasyim, dari Ibnu Isma’il bin Riyah, dari bapaknya (Riyah bin `Ubaid), yang bersumber dari Abu Sa’id al khudri r.a.)

        “Adapun Rasulullah saw, bila hidangan makan telah diangkat dari hadapannya,maka beliau membaca :”Alhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, ghaira muwadda’iw wa la mustaghnan `anhu Rabbana.” (Segala puji bagi Allah, puji yang banyak tiada terhingga. Puji yang baik lagi berkah padanya Puji yang tidak pernah berhenti. Dan puji tidak akan mampu lisan menuturkannya,ya Allah Rabbal `Alamin) (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Yahya bin Sa’id, dari Tsaur bin Yazid, dari Khalid bin Ma’danyang bersumber dari Abu Umamah r.a.)

        CARA MINUM RASULULLAH

        “Sesungguhnya Rasulullah saw minum air zamzam sambil berdiri. “(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Husyaim, dari `Ashim al Ahwal dan sebagainya,dari Sya’bi, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

        “Sesungguhnya Rasulullah saw menarik nafas tiga kali pada bejana bila Beliau minum. Beliau bersabda : “Cara seperti ini lebih menyenangkan dan menimbulkan kepuasan.”(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dan diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Hammad,keduanya menerima dari `Abdul Warits bin Sa’id, dari Abi `Ashim, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

        MINUMAN RASULULLAH SAW

        “Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah,yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

        TEMPAT MINUM RASULULLAH SAW

        Anas bin Malik r.a. memperlihatkan kepada kami tempat minuman yang terbuat dari kayu. Tempat minuman itu tebal dan dililit dengan besi”. kemudian anas r.a.menerangkan : “Wahai Tsabit! Inilah tempat minum Rasulullah saw.”(Diriwayatkan oleh al Husain bin al Aswad al Baghdadi, dari `Amr bin Muhammad, dari `Isa bin Thuhman, yang bersumber dari Tsabit r.a.)

        “Sungguh ke dalam cangkir ini telah kutuangkan berbagai minuman untuk Rasulullah saw., baik itu air, nabidz, madu ataupun susu.”(Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abdurrahman,dari Hammad bin Salamah, dari Humaid dan Tsabit, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

    • Nabidz adalah air kurma, yakni beberapa biji kurma dimasukkan ke dalam air kemudian dibiarkan (semalam) sampai airnya terasa manis.

    , , ,

    Mediasangmuslim.com Jakarta - Petinggi ISIS Asal Indonesia Abu Jandal Tewas di Suriah
    #AbuJandalTewas

    Abu Jandal atau yang bernama asli Salim Mubarok At-Tamimi alias Salim Penceng, prajurit ISIS, dikabarkan telah meninggal dunia diduga di Irak beberapa waktu lalu. Dia pernah menantang panglima TNI waktu itu, Jenderal Moeldoko, dan Banser NU. Ia posting tantangannya itu di Youtube.
    Seorang warga negara Indonesia yang menjadi petinggi kelompok Islam radikal di Suriah atau ISIS bernama Abu Jandal dikabarkan tewas di Suriah.
    Belum dipastikan penyebab kematian lelaki yang sempat membuat heboh karena mengunggah video menantang Panglima TNI Moeldoko untuk berperang pada tahun 2014 itu.
    "Ibu yang bersangkutan (Abu Jandal) membenarkan bahwa putranya telah meninggal dunia di Suriah. Namun, di rumah duka tidak ada giat tahlilan," kata Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota Iptu Puryanto, Rabu, 9 November 2016.
    Abu Jandal atau Salim Mubarak At Tamimi merupakan warga negara Indonesia yang tinggal di Jalan Irian Jaya Kota Pasuruan Jawa Timur. Ia memang berada di Suriah dan mendapat tempat di ISIS.
    Sejauh ini, sejak kabar kematian Abu jandal, tidak ada aktivitas apapun di kediaman keluarganya.
    "Sekarang masih lidik tidak ada aktivitas seperti yang dikabarkan seperti konferensi pers dan tahlil itu tidak ada. Sekarang masih dilidik dan masih kita pantau," ujar Kapolres Pasuruan Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Yong Ferrydjon. (one)

    , , , , , , ,

    *PRAY FOR Abu Jandal
    # Taqoballohu insya Alloh, amin.......
    Slamat jlan saudara q seniman dn seaqidah akhirnya engkau d pnggil pula oleh Alloh swt dn pra ainun mardiyyah tlah menunggumu d syurga yg mna mreka tdk prnah akn tua trus siap melayani antm akhi kekal abadi dlam jnnahx Alloh swt....
    الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

    kutipan audio Abu jandal Al indunisiy
    ...

    sesungguhnya, para pembesar2 mereka(aparat toghut) menjadikan anggota rendahan2 mereka sbgai tameng bagi hidup mereka...
    maka dengan menjadikan mereka yg berpangkat rendah sbgai sasaran jihad...
    maka hal itu akan membuat mereka yg berpangkat rendah menjadi hanya peduli dengan diri mereka sendiri dari pada menjadi tameng hidup bagi atasan mereka...

    ( salah satu target yg d sarankan oleh Assyahid Abu jandal adlh mejadikan polisi berpangkat rendah sbgy sasaran, agar tak ada lagi pelindung bagi atasan2 mereka)

    Namun ada berita mengejutkan Abu Jandal Di kabarkan Tewas (Wafat),Deputi bidang Kerjasama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Inspektur Jenderal Petrus Golosse mengatakan, ada informasi bahwa Abu Jandal tewas saat berperang bersama Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Irak.
    BNPT kini tengah mendalami informasi ini.
    Informasi ini menurut Petrus menyebar di dunia maya. Namun, kredibilitas informasi yang berada di internet tidak bisa langsung dipercaya.
    Kami harus cek sidik jari, DNA, ciri-ciri dan kerabat yang bersangkutan. Jadi belum bisa ditentukan dia sudah meninggal dunia hingga proses itu dilaksanakan," kata Petrus dalam konferensi pers di Bali.
    Dia menyinggung kejadian yang pernah terjadi pada Dulmatin, salah seorang gembong terorisme yang tiga kali disebut tewas di Filipina.
    Petrus tidak mau hal itu terjadi kembali. Terlebih, Abu Jandal sudah pernah disebut meninggal dunia, 2015 lalu. Informasi yang kali ini tersebar adalah yang kedua kalinya.
    Dia mengatakan BNPT sudah mengirim utusan ke Irak untuk menelusuri hal tersebut. "Ini sulit ketika informasi open-source (terbuka) sekarang berlebihan," kata Petrus.
    Polisi meyakini Abu Jandal sebagai satu di antara tiga WNI berpengaruh di Suriah. Dua orang lainnya adalah Bahrumsyah dan Bahrun Naim, yang diyakini bertanggung jawab atas serangan teror di Thamrin, Jakarta, akhir 2015.
    Sebelumnya, Abu Jandal menampilkan diri di sebuah video yang diunggah ke situs YouTube akhir tahun 2014. Dalam video itu, dia menantang Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Densus 88, dan Banser GP Ansor.
    Dalam video berdurasi empat menit itu, seorang pria yang fasih berbahasa Indonesia menyatakan rasa suka citanya dengan rencana kedatangan TNI membantu pasukan koalisi memerangi ISIS.
    "Ketahuilah bahwa kami bahagia mendengarnya. Itu berati pertemuan antara kami (ISIS) dan kalian (TNI-Polri) disegerakan," kata dia.
    Pria itu juga mengancam, jika bukan TNI yang datang memerangi ISIS, maka mereka yang akan ke Indonesia.

    ,

    Mediasangmuslim.com Jakarta - Dua Pilot Indonesia Dicurigai Gabung ISIS
    Di antara mereka yang baru-baru ini tewas adalah Heri Kustyanto, militan yang yang juga berinteraksi dengan pilot Ridwan di Facebook. Sydney Jones mengatakan, Kustyanto yang dikenal sebagai ‘Abu Azzam Al Qaswarah Indonesy’, adalah salah satu dari tiga orang Indonesia yang dilatih sebagai pasukan elite ISIS

    Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia sedang melacak informasi tentang dua pilot Indonesia yang diduga bergabung dengan ISIS.

    Informasi itu muncul setelah dokumen Kepolisian Federal Australia (AFP) bocor. Dokumen yang dibuat AFP pada 18 Maret 2015 itu telah didistribusikan kepada mitra penegak hukum mereka di Turki, Yordania, London dan Amerika Serikat, serta dikirim juga ke Europol.

    'Kita sudah dengar ini tadi pagi. Kita sudah minta informasi lebih dari otoritas keamanan di Indonesia. Ini kan terjadinya di luar, jadi kita harus berinisiatif apa yang mereka tahu tentang isu ini," kata juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nassir, Kamis (9/7/2015). (Baca: Dua Pilot Indonesia Dicurigai Dukung ISIS)

    Menurutnya, untuk memverifikasi informasi semacam itu bukan hal mudah. Sebab, Indonesia tidak memiliki sumber di lapangan. Selain itu, pergerakan perwakilan Indonesia di Suriah juga sangat dibatasi. Contoh, perwakilan asing di Suriah, termasuk dari Indonesia tidak boleh keluar dari Damaskus.

    “Ini sulit bagi kami untuk memverifikasinya. Mirip kasusnya seperti polisi di Jambi yang joint ISIS. Tidak ada national registration untuk orang-orang yang akan bergabung dengan ISIS,” kata Arrmanatha.

    “Tapi kami sudah minta informasi national security tentang apa yang mereka tahu untuk isu ini, termasuk di mana dia berada,” lanjut diplomat Indonesia itu.

    Ini adalah kasus ketiga dalam satu bulan terakhir, di mana warga Indonesia disebut sudah berada di Suriah dan bergabung dengan ISIS. Namun, sejauh ini dari ketiga kasus itu belum ada satupun yang bisa diverfikasi.

    Sebelumnya diberitakan Sindonews, bahwa dua pilot Indonesia jadi objek pelacakan aparat penegak hukum wilayah Asia Tenggara karena dicurigai jadi pendukung ISIS. Salah satu pilot itu diketahui bernama Ridwan Agustin, sedangkan satunya lagi belum diketahui identitasnya.(MediaSangMuslim.com)


Top