SEO BLOG & TEMPLATES
Akidah, Celoteh Muslim, Nasihat Muslim, News, Pemerintah, Penjelasan, Politik, Ulama
Jakarta Mediasangmuslim.com - Mengungkap Fakta Di balik Politik,Banyak di antara Para Ulama Dan Ustad yang sudah tergadaikan Dengan Dunia,ada yang bermain Politik dan menjatuhkan sebagian Golongan demi melindungi sebagian yang lain,ada pula yang bahu membahu dalam keadaan yang munkar,Allah swt pun telah Menjawab Kejadian ini dalam surat (QS. At-Taubah: Ayat 1) .
Allah SWT berfirman:
بَرَآءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۤ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ
"(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)."
(QS. At-Taubah: Ayat 1)
Allah SWT berfirman:
اِشْتَرَوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِهٖ ؕ اِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Mereka memperjual belikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan."
(QS. At-Taubah: Ayat 9)
Para Ulama saling mengeluarkan argumen argumen untuk pembelaan mereka,dengan membawa ayat-ayat dan Tafsiran mereka untuk membenarkan hal tersebut,Namun tahu kah kalian bahwa Allah swt,Telah Berfirman dalam surat QS. At-Taubah: Ayat 9.
Celoteh News, News, Pemerintah, Penjelasan, Politik
KH HASYIM MUZADI:
ADA SKENARIO BESAR SEDANG DISUSUN UNTUK MELEPASKAN AHOK DARI TUNTUTAN PENISTAAN AL-QUR'AN
Saat ini ada upaya untuk menciptakan opini secara terus menerus bahwa calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak menistakan agama.
Demikian dikatakan mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi (09/11). “Kita masih menunggu hasil finalnya. Hasil finalnya tersebut bergantung siapa yang dimintai pendapat dan fatwanya oleh pihak kepolisian. Semoga akan selaras dengan keputusan MUI,” papar Kiai Hasyim.
Kiai Hasyim menegaskan, fenomena demonstrasi 4 Nopember 2016 secara lahiriah dipimpin oleh beberapa tokoh agama yang merasa terpanggil untuk membela kesucian kitabnya. Namun jumlah yang hadir membuktikan adanya kekuatan (energi spriritual) yang dahsyat dari pengaruh Al-Quran tersebut.
“Hal ini dapat dibuktikan para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan massa, tanpa dorongan spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang berjumlah jutaan. Mereka berjalan dengan damai, tertib dan siap untuk berkorban. Sehingga sesungguhnya tidak perlu dicari dalangnya, provokator atau siapa yang membayar,” kata Kiai Hasyim
Menurut Kiai Hasyim, provokator dan penyandang dana bayaran setingkat apapun tidak akan mampu menggalang kekuatan seperti demonstrasi 4 November. Yang ada, pihak yang ‘menempel’ gelombang besar untuk kepentingannya, bukan kemampuan menciptakan gelombang itu sendiri.
Kata Kiai Hasyim, kedahsyatan energi Al Quran tersebut hanya bisa dimengerti, dirasakan dan diperjuangkan oleh orang yang memang mengimani Al Quran. Tentu sangat sulit untuk diterangkan kepada mereka yang tidak percaya kepada Al Quran, berpikiran atheis, sekuler dan liberal.
“Karena mereka jangan lagi memahami energi Al Quran, menerima Al Quran pun belum tentu bisa. Sehingga perdebatan antara keimanan kepada Al Quran dan ketidak percayaan kepada Al Quran hanya akan melahirkan advokasi bertele-tele dan berbagai macam rekayasa,” papar Kiai Hasyim.
News, Pemerintah, Penistaan, Penjelasan, Politik, Presiden
Jakarta Mediasangmuslim.com -Presiden Joko Widodo dijadwalkan menerima sejumlah tokoh organisasi masyarakat Islam pada Rabu (9/11/2016) sore.
Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pertemuan itu akan dilaksanakan di Istana Merdeka pada pukul 16.30 WIB.
Agenda pertemuan ini terbilang mendadak.
Sebab, agenda pertemuan baru dirilis pada Rabu siang.
Sementara itu, dalam agenda resmi Presiden yang keluar sejak Rabu dini hari, agenda pertemuan itu tidak tercantum.
Belum diketahui pasti ormas Islam mana yang akan diterima oleh Presiden.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi mengenai hal tersebut.
Presiden Jokowi sebelumnya sudah menemui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pengurus Pusat Muhammadiyah.
Pertemuan tersebut dilakukan pasca-aksi unjuk rasa sejumlah ormas Islam dan masyarakat yang mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menurut rencana, unjuk rasa susulan akan digelar pada 25 November 2016
Presiden Joko Widodo dijadwalkan menerima sejumlah tokoh organisasi masyarakat Islam pada Rabu (9/11/2016) sore.
Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pertemuan itu akan dilaksanakan di Istana Merdeka pada pukul 16.30 WIB.
Agenda pertemuan ini terbilang mendadak. Sebab, agenda pertemuan baru dirilis pada Rabu siang.
Sementara itu, dalam agenda resmi Presiden yang keluar sejak Rabu dini hari, agenda pertemuan itu tidak tercantum.
Belum diketahui pasti ormas Islam mana yang akan diterima oleh Presiden. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi mengenai hal tersebut.
Presiden Jokowi sebelumnya sudah menemui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pengurus Pusat Muhammadiyah.
Pertemuan tersebut dilakukan pasca-aksi unjuk rasa sejumlah ormas Islam dan masyarakat yang mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menurut rencana, unjuk rasa susulan akan digelar pada 25 November 2016.
Presiden Jokowi Tak Akan Intervensi Kasus Ahok
Pasca unjuk rasa besar-besaran di ibukota jakarta 4 November lalu, Presiden Joko Widodo giat bertemu pimpinan kelompok organisasi keagamaan dan unsur TNI-Polri.
Selasa pagi (8/11) Presiden Joko Widodo mengumpulkan 600 perwira tinggi Polri.
Facebook Google+ LinkedIn Pinterest Tumblr Twitter
Direct Link
Embed Code Video
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyatakan, upaya Presiden Joko Widodo menemui sejumlah organisasi masyarakat keagamaan dan tokoh agama usai unjuk rasa pada 4 November 2016, merupakan langkah positif.
Lukman mengatakan, Presiden memang biasa menemui sejumlah tokoh agama saat berkunjung ke daerah.
"Ya, itu tentu cara beliau, cara Bapak Presiden untuk bagaimana tetap menjaga silaturahim dengan tokoh agama dan beliau biasa, tidak hanya disini (Jakarta), tapi kalau ke daerah beliau juga menemui beberapa tokoh agama," kata Lukman saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (8/11/2016).
Lukman menambahkan, langkah yang dilakukan Presiden itu sangat baik untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi situasi setelah unjuk rasa 4 November.
Dengan adanya penyamaan persepsi, maka para ulama yang suaranya didengar umat Islam, bisa berkontribusi untuk menyerukan pesan damai yang membuat suasana semakin kondusif.
"Saya pikir itu sesuatu yang positif untuk bagaimana menyamakan persepsi di antara bapak Presiden dengan tokoh-tokoh agama," lanjut dia.
Kepala Negara sebelumnya melakukan konsolidasi pascaunjuk rasa sejumlah ormas Islam yang mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Presiden Jokowi mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Pertemuan tersebut digelar tertutup.
Fatwa, Hukum, Penjelasan, SYARIAT
HUKUM MEROKOK MENURUT SYARIAT
Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan :
Apa hukum merokok menurut syari’at, berikut dalil-dalil yang mengharamkannya?
Jawaban :
Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Al-Qur’an dan As-Sunnah serta i’tibar (logika) yang benar.
Dalil dari Al-Qur’an adalah firmanNya.
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” [Al-Baqarah/2 : 195]
Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu.
Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat tersebut adalah bahwa merokok termasuk perbuatan mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.
Sedangkan dalil dari As-Sunnah adalah hadits yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara shahih bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi, bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasiannya kepada hal yang tidak bermanfaat bahkan pengalokasian kepada hal yang di dalamnya terdapat kemudharatan.
Dalil dari As-Sunnah yang lainnya, sebagaimana hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi.
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan juga tidak oleh membahayakan (orang lain)” [1]
Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari’at, baik bahayanya terhadap badan, akal ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula, bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.
Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar, yang menunjukkan keharaman merokok adalah karena (dengan perbuatannya itu) si perokok mencampakkan dirinya sendiri ke dalam hal yang menimbulkan hal yang berbahaya, rasa cemas dan keletihan jiwa.
Orang yang berakal tentunya tidak rela hal itu terjadi terhadap dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisi dan demikian sesak dada si perokok, bila dirinya tidak menghisapnya. Alangkah berat dirinya berpuasa dan melakukan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu meghalangi dirinya dari merokok.
Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang yang shalih karena tidak mungkin mereka membiarkan rokok mengepul di hadapan mereka. Karenanya, anda akan melihat dirinya demikian tidak karuan bila duduk-duduk bersama mereka dan berinteraksi dengan mereka.
Semua i’tibar tersebut menunjukkan bahwa merokok adalah diharamkan hukumnya. Karena itu, nasehat saya buat saudaraku kaum muslimin yang didera oleh kebiasaan menghisapnya agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalakannya sebab di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah serta megharap pahalaNya dan menghindari siksaanNya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkannya tersebut.
Jika ada orang yang berkilah, “Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam Kitabullah ataupun Sunnah RasulNya perihal haramnya merokok itu sendiri”.
Jawaban atas statemen ini, bahwa nash-nash Kitabullah dan As-Sunnah terdiri dari dua jenis.
1. Satu jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah di mana mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga Hari Kiamat.
2. Satu jenis lagi yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada sesuatu itu sendiri secara langsung.
Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Al-Qur’an dan dua buah hadits yang telah kami singgung di atas yang menujukkan secara umum keharaman merokok sekalipun tidak secara langsung diarahkan kepadanya.
Sedangkan untuk contoh jenis kedua adalah firmanNya.
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah” [Al-Maidah/5 : 3]
Hukum, Penjelasan, Tanya Jawab
Pertanyaan :
assalamualaikum wr wb
apakah qt umat islam boleh mendoakan orang yg sudah meninggal(agamax diluar islam)
Jawaban :
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Saudariku yang di rahmati اَللّهُ SWT,semoga ini bisa memberikan sedikit pengertian,Tentang berziarah kubur Untuk Yang Non Muslim.
Apa yang Anda tanyakan telah diatur oleh Allah swt dalam Al Qur;an Surat At-Taubah: 84 yang kurang lebih artinya:
” Allah berfirman :
وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ
“Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam Keadaan fasik.” QS. At-Taubah : 84)”.
Ayat di atas terkait dengan kasus orang munafiq (Abdullah bin Ubay bin Salul) yang disholatkan dan didoakan oleh Rasulullah saw kemudian ditegur dengan turunnya ayat tersebut.
Jadi sudah cukup jelaslah bagi kita semua,Allah swt, saja menegur Rasulullah saw,saat menyolatkan dan mendoakan abdullah bin ubay bin salul,lantaran abdullah bin ubay bin salul wafat sebelum beriman.
semoga saja memberikan sedikit pencerahan...
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Top 5 Popular of The Week
-
JILBAB BUKAN PRODUK BUDAYA... Kata jilbab bila ditinjau dari segi bahasa mengandung beberapa pengertian di antaranya, "Qamish yaitu pak...
-
MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA Coba bayangkan jika kita bisa mengangkat kesulitan orang yang kesusahan … mengenyangkan yang lapar … melepaskan o...
-
SIFAT ALAMI PRIA... ? (WANITA harus BACA) ✓ Pria itu EGO nya tinggi.. Jadi jangan suka membanggakan laki2 lain di depannya.. Kerana dia ingi...
-
KITAB BABUL IHSAN #di dalam laku tassawuf amalan ada tahap tingkatan nya Penggolongan tingkat-tingkat amal seseorang, yaitu tingkat pertama ...
-
Assalamu'allaikum wr wb HIDUP DAN MATI ITU MILIK ALLAH. BUKAN MILIK MANUSIA . Hidup dan mati itu milik Allah. Bukan milik manusia. Manus...
-
Hadist-Hadist CINTA قال رسول الله ص. م. احبب حبيبك هونا ما عسي ان يكو ن بغيضك يوما ما وابغض بغيضك هونا ما عسي ان يكو ن حبيبك يوما ما (رواه ا...
-
UNTUK SESEORANG YANG ADA DI HATIKU Untuk seseorang yang Selalu ada di hatiku.. Maafkan aku.. Jika aku tak memberimu kabar,(karena arti mu su...
-
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh... 📜 * KITA TAHU, TAPI SAYANG …*❓ ✏ *Oleh: Ustadz Zainal Abidin*, ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟ...
-
LIMA KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN... Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bawasanya Rasulullah ...
-
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.... CARAKU MENJAGA CINTAKU.. Dengan tak menghubungimu, tak juga mengirim pesan untuk menanya...