, , , , , , ,

    Jakarta Mediasangmuslim.com - Mengungkap Fakta Di balik Politik,Banyak di antara Para Ulama Dan Ustad yang sudah tergadaikan Dengan Dunia,ada yang bermain Politik dan menjatuhkan sebagian Golongan demi melindungi sebagian yang lain,ada pula yang bahu membahu dalam keadaan yang munkar,Allah swt pun telah Menjawab Kejadian ini dalam surat (QS. At-Taubah: Ayat 1) .
    Allah SWT berfirman:

    بَرَآءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۤ اِلَى الَّذِيْنَ عَاهَدتُّمْ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ  
    "(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)."
    (QS. At-Taubah: Ayat 1)

    Allah SWT berfirman:

    اِشْتَرَوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِهٖ    ؕ  اِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
    "Mereka memperjual belikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang mereka kerjakan."
    (QS. At-Taubah: Ayat 9)

    Para Ulama saling mengeluarkan argumen argumen untuk pembelaan mereka,dengan membawa ayat-ayat dan Tafsiran mereka untuk membenarkan hal tersebut,Namun tahu kah kalian bahwa Allah swt,Telah Berfirman dalam surat QS. At-Taubah: Ayat 9.

    , , ,

    Mediasangmuslim.com Jakarta - Makna Aqidah Dan Urgensinya Sebagai Landasan Agama
    Aqidah Secara Etimologi
    Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan. Kalimat “Saya ber-i’tiqad begini” maksudnya: saya mengikat hati terhadap hal tersebut.
    Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang.
    Jika dikatakan “Dia mempunyai aqidah yang benar” berarti aqidahnya bebas dari keraguan.
    Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu.

    Aqidah Secara Syara

    Yaitu iman kepada Allah, para MalaikatNya, Kitab-kitabNya, para RasulNya dan kepada Hari Akhir serta kepada qadar yang baik maupun yang buruk.
    Hal ini disebut juga sebagai rukun iman.
    Syari’at terbagi menjadi dua:

    i’tiqadiyah dan amaliyah

    I’tiqadiyah adalah hal-hal yang tidak berhubungan dengan tata cara amal. Seperti i’tiqad (kepercayaan) terhadap rububiyah Allah dan kewajiban beribadah kepadaNya, juga beri’tiqad terhadap rukun-ru­kun iman yang lain.
    Hal ini disebut ashliyah (pokok agama).

    (1).Sedangkan amaliyah adalah segala apa yang berhubungan dengan tata cara amal. Seperti shalat, zakat, puasa dan seluruh hukum-hukum amaliyah.
    Bagian ini disebut far’iyah (cabang agama), karena ia di­bangun di atas i’tiqadiyah.
    Benar dan rusaknya amaliyah tergantung dari benar dan rusaknya i’tiqadiyah.
    Maka aqidah yang benar adalah fundamen bagi bangunan agama serta merupakan syarat sahnya amal. Sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta’ala:

    Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhan­nya.” (Al-Kahfi: 110)

    “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu ter­masuk orang-orang yang merugi.”
    (Az-Zumar: 65)

    Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih (dari syirik).”
    (Az-Zumar: 2-3)

    Ayat-ayat di atas dan yang senada, yang jumlahnya banyak, menunjukkan bahwa segala amal tidak diterima jika tidak bersih dari syirik.
    Karena itulah perhatian Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam yang pertama kali adalah pelu­rusan aqidah.
    Dan hal pertama yang didakwahkan para rasul kepada umatnya adalah menyembah Allah semata dan meninggalkan segala yang dituhankan selain Dia.

    Sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta’ala: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’, …”
    (An-Nahl: 36)

    Dan setiap rasul selalu mengucapkan pada awal dakwahnya: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada tuhan bagimu selainNya.”
    (Al-A’raf: 59, 65, 73, 85)

    Pernyataan tersebut diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Shalih, Syu’aib dan seluruh rasul.
    Selama 13 tahun di Makkah -sesudah bi’tsah- Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam mengajak manusia kepada tauhid dan pelurusan aqidah, karena hal itu merupakan landasan bangunan Islam. Para da’i dan para pelurus agama dalam setiap masa telah mengikuti jejak para rasul dalam berdakwah. Sehingga mereka memulai dengan dakwah kepada tauhid dan pelurusan aqidah, setelah itu mereka mengajak kepada se­luruh perintah agama yang lain.
    (1) Syarah Aqidah Safariniyah, I, hal. 4.

    , ,

    sangat penting karena mencakup kehidupan sehari2

    CARA MAKAN & MINUM RASULULLAH SAW

        “Sesungguhnya Nabi saw menjilati jari jemarinya (sehabis makan) tiga kali.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari`Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan,dari Sa’id bin Ibrahim, dari salah seorang anak Ka’ab bin Malik, yang bersumber dari bapak nya.)

    • Nama Ibnul Ka’ab bin Malik (putera Ka’ab bin Malik r.a.) di sini tidak dijelaskan,sedangkan Ka’ab mempunyai anak dua orang,yaitu`Abdullah dan`Abdurrahman. Namun demikian keduanya punya tsiqat (dapat diterima periwayatannya),dan keduanya merupakan tabi’in besar.

        “Bila Nabi saw selesai makan, beliau menjilati jari jemarinya yang tiga.”(Diriwayatkan oleh al Hasan bin `Ali al Khilali, dari `Affan, dari Hammad bin Salamah, dari Tsabit, yang bersumber dari Anas r.a.)

    • Yang dimaksud jari yang tiga ,yakni: jari tengah, jari telunjuk dan ibu jari.

        JENIS ROTI YANG DIMAKAN OLEH RASULULLAH SAW

        “Keluarga Nabi saw tidak pernah makan roti sya’ir sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga Rasulullah saw wafat.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya menerima dari Muhammad bin Ja’far, dari Syu’bah, dari Ishaq, dari Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin Yazid, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

    • Sya’ir,khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan “gandum” sedangkan sya’ir merupakan gandum yang paling rendah mutunya. Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun dapat pula dihaluskan untuk makanan manusia. Roti yang terbuat dari sya’ir kurang baik mutunya sya’ir lebih dekat kepada jelai daripada gandum.
    • Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang tsiqat.”Rasulullah saw. tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.”(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari’Abdullah bin `Amr –Abu Ma’mar-,dari `Abdul Warits, dari Sa’id bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas r.a.)

        LAUK PAUK YANG DIMAKAN RASULULLAH SAW

        “Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Saus yang paling enak adalah cuka.”
        Abdullah bin `Abdurrahman berkata : “Saus yang paling enak adalah cuka.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin `Askar dan `Abdullah bin`Abdurrahman,keduanya menerima dari Yahya bin Hasan,dari Sulaiman bin Hilal, Hisyam bin Urwah, dari bapaknya yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

        “Rasulullah saw bersabda : “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)

    • Abi Usaid adalah `Abdullah bin Tsabit az Zarqi.

        “Nabi saw  menggemari buah labu. maka (pada suatu hari) beliau diberi makanan itu, atau diundang untuk makan makanan itu (labu). Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan dihadapannya, karena aku tahu beliau menggemarinya. (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Muhammad bin Ja’far, dan diriwayatkan pula oleh Abdurrahman bin Mahdi,keduanya menerima dari Syu’bah, dari Qatadahyang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

        “Nabi saw. menyenangi kue-kue manis (manisan) dan madu.”(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Ibrahim ad Daruqi, juga diriwayatkan oleh Salamah bin Syabib dan diriwayatkan pula oleh Mahmud bin Ghailan, mereka menerimanya dari Abu Usamah, dari Hisyam bin `Urwah yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

        “Nabi saw diberi makan daging, maka diambilakan baginya bagian dzir’an.Bagian dzir’an kesukaannya. Maka Rasulullah saw Mencicipi sebagian daripadanya. “(Diriwayatkan oleh Washil bin `Abdul A’la, dari Muhammad bin Fudlail, dari Abi Hayyan at Taimi, dari Abi Zar’ah, yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.)

    • Dzir’an adalah bagian tubuh binatang dari dengkul sampai bagian kaki.
    “Daging yang paling baik adalah punggung.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad, dari Mis’ar, dari Syaikhan, dari Fahm,yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a.)
    • Namanya adalah Muhammad bin `Abdullah, disebut pula Muhammad bin `Abdurrahman, juga disebut Abu Hay.

        BUAH-BUAHAN YANG DIMAKAN RASULULLAH SAW

        “Nabi saw memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak).”(Diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id, dari ayahnya yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a.)

    • Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis) “Sesungguhnya Nabi saw memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)”(Diriwayatkan oleh Ubadah bin `Abdullah al Khaza’i al Bashri, dari Mu’awiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin `Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

        DO’A RASULULLAH SAW. SEBELUM DAN SESUDAH MAKAN

        “Pada suatu hari, kami berada di rumah Rasulullah saw, maka Beliau menyuguhkan suatu makanan. Aku tidak mengetahui makanan yang paling besar berkahnya pada saat kami mulai makan dan tidak sedikit berkahnya di akhir kami makan.” Abu Ayub bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimanakah caranya hal ini bisa terjadi?” Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya kami membaca nama Allah waktu akan makan, kemudian duduklah seseorang yang makan tanpa menyebut nama Allah, maka makannya disertai syetan.”(Diriwayatkan oleh Qutaibah Dari Ibnu Luhai’ah, dari Yazid bin Abi Habib, dari Rasyad bin Jandal al Yafi’I, dari Hubeib bin Aus, yang bersumber dari Abu Ayub al Anshari r.a.)
        “Rasulullah saw bersabda : “bila salah seorang dari kalian makan,tapi lupa menyebut nama Allah atas makanan itu,maka hendaklah ia membaca :”Bismillahi awwalahu wa akhirahu.” (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).(Diriwayatkan oleh Yahya bin Musa, dari abu Daud, dari Hisyam ad Distiwai, dari Budail al Aqili, dari `Abdullah bin `Ubaid bin `Umair, dari Ummu Kultsum, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

    • Ummu Kultsum binti `Uqbah bin Abi Mu’ith al Umawiyah, adalah salah seorang sahabat Rasulullah saw. dan ia merupakan saudara seibu `Utsman bin Affan r.a.”Apabila Rasulullah saw. selesai makan, maka Beliau membaca : “Alhamdulillahil ladzi ath’amana wa saqana wa ja’alana muslimin.” (Segala puji bagi Allah Yang memberi makan kepada kami, memberi minum kepada kami dan menjadikan kami orang-orang islam)(Diriwayatkan oleh Mahmud Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubairi, dari Sufyan as Tsauri,dari Abu Hasyim, dari Ibnu Isma’il bin Riyah, dari bapaknya (Riyah bin `Ubaid), yang bersumber dari Abu Sa’id al khudri r.a.)

        “Adapun Rasulullah saw, bila hidangan makan telah diangkat dari hadapannya,maka beliau membaca :”Alhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, ghaira muwadda’iw wa la mustaghnan `anhu Rabbana.” (Segala puji bagi Allah, puji yang banyak tiada terhingga. Puji yang baik lagi berkah padanya Puji yang tidak pernah berhenti. Dan puji tidak akan mampu lisan menuturkannya,ya Allah Rabbal `Alamin) (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Yahya bin Sa’id, dari Tsaur bin Yazid, dari Khalid bin Ma’danyang bersumber dari Abu Umamah r.a.)

        CARA MINUM RASULULLAH

        “Sesungguhnya Rasulullah saw minum air zamzam sambil berdiri. “(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Husyaim, dari `Ashim al Ahwal dan sebagainya,dari Sya’bi, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

        “Sesungguhnya Rasulullah saw menarik nafas tiga kali pada bejana bila Beliau minum. Beliau bersabda : “Cara seperti ini lebih menyenangkan dan menimbulkan kepuasan.”(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dan diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Hammad,keduanya menerima dari `Abdul Warits bin Sa’id, dari Abi `Ashim, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

        MINUMAN RASULULLAH SAW

        “Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah,yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

        TEMPAT MINUM RASULULLAH SAW

        Anas bin Malik r.a. memperlihatkan kepada kami tempat minuman yang terbuat dari kayu. Tempat minuman itu tebal dan dililit dengan besi”. kemudian anas r.a.menerangkan : “Wahai Tsabit! Inilah tempat minum Rasulullah saw.”(Diriwayatkan oleh al Husain bin al Aswad al Baghdadi, dari `Amr bin Muhammad, dari `Isa bin Thuhman, yang bersumber dari Tsabit r.a.)

        “Sungguh ke dalam cangkir ini telah kutuangkan berbagai minuman untuk Rasulullah saw., baik itu air, nabidz, madu ataupun susu.”(Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abdurrahman,dari Hammad bin Salamah, dari Humaid dan Tsabit, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

    • Nabidz adalah air kurma, yakni beberapa biji kurma dimasukkan ke dalam air kemudian dibiarkan (semalam) sampai airnya terasa manis.

    , , , , , ,

    Dari Ust. Felix Siaw, Sang Mu'allaf.

    banyak Muslim tapi sedikit yang ter-install Islam didalamnya

    banyak yang ngaku Tuhannya Allah tapi menolak diatur Allah

    KTPnya sih Muslim, tapi kata-katanya "semua agama itu sama" | bila semua agama itu sama, saya nggak perlu repot memeluk Islam

    katanya sih Muslim tapi giliran dibacain ayat dan hadits | dia protes "nggak usah terlalu fanatik lah! Indonesia bukan cuma Islam!"

    Muslim itu mesti berani sampaikan apa yang Muhammad saw yakini | bahwa Islam itu tertinggi dan tiada yang lebih tinggi selain Islam

    "Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama (Islam) yang benar" (QS 61:9)

    "agar Dia (Allah) memenangkannya (Islam) di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci" (QS 61:9)

    jadi Muslim kok minder | bangga dong punya Islam

    Islam itu makin banyak dipelajari makin membuat orangnya tawadhu | tapi belajar liberal dikit aja sudah bikin angkuh nggak ketulungan -_-

    merasa lebih tau dari ayat Allah lalu bilang "itu kan tekstual" | merasa lebih pinter dari Muhammad lalu bilang "itu kan zaman dulu"

    syahadat itu artinya meniadakan selain Allah lalu mengakui Allah | bahwa selain Allah itu #Nothing dan #NggakPenting

    jadi selain yang Allah sebutkan di dalam Al-Qur'an dan perintahkan pada manusia | itu #Nothing dan #NggakPentingjadi

    saya sudah pengalaman jadi tukang sinis pada Islam | alhamdulillah Allah beri jalan kebaikan jalan perubahan

    saya bersyukur bisa mengenal Islam dan jadi Muslim | bisa berubah dari pembenci Islam jadi -insyaAllah- pembela Islam

    kita doakan aja yang masih sinis pada Islam justri jatuh cinta pada Islam | layaknya Umar bin Khaththab dan Khalid bin Walid

    bagi Allah tiada yang mustahil | tugas kita hanya menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik | selesailah tanggung jawab kita

    sama seperti penolakan kita terhadap #MissWorld sebagai kampanye penolakan terhadap #PerangPemikiran | yang penting dakwah sudah tunai

    dapun semua hasilnya itu urusan lain | proses dakwah bukan membalik telapak tangan | ummat masih perlu banyak di-edukasi :D

    Rasul mengharap pada Makkah namun pertolongan datang dari Madinah | yang kita yakini sama, darimanapun itu, pertolongan Allah pasti datang

    tugas kita kini berbisik mesra dengan ukhuwah | agar turun pada kita kecintaan dari Allah

    meminimalkan dosa lalu bersemangat berdakwah | karena dakwah ini masalah siapa yang bertahan lebih lama

    akan datang masa dimana Allah menolong ummat ini | dengan mengubah para pembenci Islam menjadi penolong agama ini | jangan bosan berdakwah

    dakwah itulah sarana hidayah | yang sinis jadi suka | yang benci jadi sayang | semua diawali karena dakwah

    yes I am a #Muslim | and very proud of #Islam

    , , , ,

    KITAB BABUL IHSAN

    #di dalam laku tassawuf amalan ada tahap tingkatan nya

    Penggolongan tingkat-tingkat amal seseorang, yaitu tingkat pertama sampai ke empat. Secara tauhid, kita kupas seperti ini.

    1.muftadi, orang yang beramal dengan i`tikadlillahi ta'ala [karena atau kepada Allah]. Orang ini masih berkutat dalam masalah kelengkapan syarat dan rukun untuk menghadapi Allah. Masih bersifat dari dirinya kepada Allah.

    2.mubtadi, orang yang beramal dengan i`tikadminallahi ta`ala [dari Allah]. Orang ini memandang dari Allah-lah sehingga dirinya bisaberamal ibadah.Masih bersifat dari Allah kepada dirinya.

    3.mutawasit, orang yang beramal dengan i`tikad billahi ta`ala [dengan Allah]. Orang ini memandang dengan Allah-lah sehingga dirinya bisa beramal ibadah. Masih besertaan dirinya dengan Allah.

    4.muntahi, orang yang beramal dengan i`tikadlillahi ta`ala, minallahi ta`ala,dan billahi ta`ala sekaligus. Dipandangnya semua sehingga tidak dipandangnya dirinya ada, yang ada sudah Perbuatan, Kelakuan, Asma, dan Zat Allah semata.Tiada merasa ada diri lagi, sudah semuanya Allah semata.

    (Semoga bermanfaat)
    Salam Dakwah Subuh...

    , , , ,

    wajah hanya akan
    mempesonakanmu dalam
    hitungan waktu,tapi kecantikan/ ketampanan
    HATI dan AKHLAK akan
    mempesonakan keanggunanmu
    selamanya..
    .
    Semoga wanita/laki2 yang membaca tulisan ini, dialah wanita/laki2 yang memiliki kecantikan hati dan akhlaq.
    Aamiin..
    .
    Wanita shalehah tak banyak menuntut banyak dari pria yang dicintainya, kecuali rasa aman.
    Lelaki sholeh tak banyak
    meminta dari wanita yang dicintainya, kecuali pengertian.
    .
    Benar memang, harta itu salah satu hal yang sangat penting dalam hidup berumah tangga,
    mengingat kebutuhan harus dibeli dengan uang.
    Tapi itu saja tidak menjamin keluarga harmonis jika tanpa
    ketulusan cinta,kesetiaan,kenyamanan dan kerjasama yang baik demi terciptanya keluarga yang bahagia.
    .
    Semoga Allah menjadikan
    keluarga kita kelak menjadi keluarga sakinah, mawadah warahmah.
    .
    Aamiin Allahumma Aamiin..
    Kecantikan/ketampanan wajah hanya

    , , ,

    Hari ini Jakarta serasa sangat berbeda
    Sudah berulang aku datang ke kota ini
    Tapi hari ini serasa berbeda..
    Saat landing di Soeta...
    ruh ini bergeliat beda...
    serasa ada getaran yang beda...
    Demi Allah aku merasakan aura Jihad...
    Takbir terus terasa bergema dalam renung hatiku...

    Dukungan dan doa yang semuka banyak titipkan para ikhwan di Medan...
    di awali dengan pertanyaan "Ustadz berangkat?" Dan saya jawab selalu "InshaAllah", aku tetap merasa tidak ada yang istimewa dalam gelora hatiku
    Teman yang mengantar saya ke bandara bertanya, "apa sudah siap dengan semua resiko ustadz?"
    Dengan senyum saya nenjawab, "lantas untuk apa saya berjalan sekarang?"

    Tapi...
    Kini ruhku bergeliat, aku tidak mengatakan bergemuruh,...
    seperti bayi yang sedang melakukan peregangan setelah lama tertidur, itulah yang kurasakan....

    Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok...
    hanya aku berharap pada Allah...
    jika ini bagian dari Jihad..
    aku bersaksi aku merasakan kenyamanan di hati...
    Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok...
    Aku meyakini bahwa gelombang ini sudah bergerak...
    bertemu dengan rombongan lain di bandara...
    seraya bertemu dengan mujahid.
    Aku tak tahu kenapa, Tapi Gerakan Rabi'ah, jihad Suriah, Palestina hadir dalam memorinya klip per klip....
    Aku tak tahu apa yang terjadi besok...
    Tapi aku meyakini bahwa Allah bersama kita...
    apapun yang akan terjadi besok...
    sejarah kita sudah dimulai...
    sejarah para Pembela Kebenaran Islam, sejarah para mujahid yang tak dapat tertidur nyenyak saat agamanya dihina...
    Sejarah kita sudah dimulai...
    janganlah menahan gelombang ini...
    Karena...
    kalian akan terbenam hina...
    Jika kalian benar berpihak pada yang benar...
    inilah kami!!! Akan bersama kalian...
    Jika kalian tidak bernyali menegakkan kebenaran....
    maka Inilah kami di hadapan kalian!!!!!
    ____________
    Rumah Dakwah As Sakinah


Top