SEO BLOG & TEMPLATES
Celoteh News, News, Pemerintah, Penjelasan, Politik
KH HASYIM MUZADI:
ADA SKENARIO BESAR SEDANG DISUSUN UNTUK MELEPASKAN AHOK DARI TUNTUTAN PENISTAAN AL-QUR'AN
Saat ini ada upaya untuk menciptakan opini secara terus menerus bahwa calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak menistakan agama.
Demikian dikatakan mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi (09/11). “Kita masih menunggu hasil finalnya. Hasil finalnya tersebut bergantung siapa yang dimintai pendapat dan fatwanya oleh pihak kepolisian. Semoga akan selaras dengan keputusan MUI,” papar Kiai Hasyim.
Kiai Hasyim menegaskan, fenomena demonstrasi 4 Nopember 2016 secara lahiriah dipimpin oleh beberapa tokoh agama yang merasa terpanggil untuk membela kesucian kitabnya. Namun jumlah yang hadir membuktikan adanya kekuatan (energi spriritual) yang dahsyat dari pengaruh Al-Quran tersebut.
“Hal ini dapat dibuktikan para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan massa, tanpa dorongan spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang berjumlah jutaan. Mereka berjalan dengan damai, tertib dan siap untuk berkorban. Sehingga sesungguhnya tidak perlu dicari dalangnya, provokator atau siapa yang membayar,” kata Kiai Hasyim
Menurut Kiai Hasyim, provokator dan penyandang dana bayaran setingkat apapun tidak akan mampu menggalang kekuatan seperti demonstrasi 4 November. Yang ada, pihak yang ‘menempel’ gelombang besar untuk kepentingannya, bukan kemampuan menciptakan gelombang itu sendiri.
Kata Kiai Hasyim, kedahsyatan energi Al Quran tersebut hanya bisa dimengerti, dirasakan dan diperjuangkan oleh orang yang memang mengimani Al Quran. Tentu sangat sulit untuk diterangkan kepada mereka yang tidak percaya kepada Al Quran, berpikiran atheis, sekuler dan liberal.
“Karena mereka jangan lagi memahami energi Al Quran, menerima Al Quran pun belum tentu bisa. Sehingga perdebatan antara keimanan kepada Al Quran dan ketidak percayaan kepada Al Quran hanya akan melahirkan advokasi bertele-tele dan berbagai macam rekayasa,” papar Kiai Hasyim.
Akidah, Beda, Celoteh Muslim, Celoteh News, News
Mediasangmuslim.com Jakarta - Status Ustad Abu Jansal Al-Boliwudi Sungguh sangat di sayangkan Beliau Bergelar Ustad namun Tidak Memahami Agama Dan Tauhid Dan Keislamannya dan Ke imanannya Mesti di Pertanyakan,Membaca Status Dari Akun Facebook Ustad Abu Jansal Al-Boliwudi sungguh sangat Tidak masuk akal dia yang menyebut dirinya ustad ko menulis hal seperti ini:
ANGKA TAK PERNAH BERBOHONG
Sila pertama Pancasila adalah "Ketuhanan yang Maha Esa", artinya Indonesia adalah negara SEKULER ISLAMI karena falsafah negaranya mewajibkan umat Muslim untuk menyembah Allah.
Ideologi Republik Indonesia tidak perlu di-islamkan lagi karena sudah cukup islami. Pancasila adalah HUKUM ALLAH SWT di bumi. Melawan Pancasila berarti melawan Allah, habis cerita.
Maka ketika seorang Pemimpin Non Muslim dipilih oleh rakyat untuk memimpin rakyat yang mayoritas Muslim adalah SAH HUKUMNYA kaena dinaungi oleh falsafah islami Pancasila hukum Allah di bumi.
Apalagi bila pemimpin non muslim tersebut menegakkan Syariat Islam menutup 2 lokalisasi besar yang mana seluruh pemimpin muslim sebelumnya TIDAK MAMPU menutupnya.
Matematika adalah kejujuran absolut karena angka tidak akan pernah berbohong.
اللّهُمّ صَلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَآلِ مُحَمّدٍ
Ustad Abu Janda al-Boliwudi
* siap-siap dituduh cina kapir, liberal kuminis, kresten syiah, misionaris ahok center, antek wahyudi, mahluk planet Namec, agen illumi nasi free mesen pulang bayar
(Net)
dan banyak juga netizen yang menyerang beliau dengan kata kata tidak pantas lantaran beliau seolah olah menghina umat muslim dan ulama.
ada pun salah satu Netizen membalas TS dari ustad Abu Jansal Al-Boliwudi
Agus Nizami
Ini menyesatkan. Menghina Muslim. Menghina Ahlul Bait. Sambil memuja2 orang kafir.
Masalah FPI memberantas pelacuran jalanan itu sudah berulangkali terjadi. Cuma gara2 ini, orang banyak menuding FPI anarkis, dsb.
Anggota FPI itu terbatas dari jumlah dan senjata. Beda dgn Ahok yg bisa mengerahkan Satpol PP, Polisi, hingga tentara dgn jumlah lebih dari 5000 personel. Tak heran ada anggota FPI yg dibacok.
Apa Ahok benar2 mau menutup tempat pelacuran? Tidak juga. Buktinya tempat2 pelacuran seperti Alexis, Mangga Dua, Blok M, dsb tetap berdiri. Yang digusur Ahok itu cuma yg berlokasi di jalur hijau. Tanah milik pemerintah. Ada pun yg bukan di jalur hijau tidak digusur.
Ahok menggambarkan pelacuran itu seperti kotoran manusia. Kalau di tempat umum kan jelek. Tapi kalau dibuatkan toilet khusus atau tempat khusus pelacuran, kan bagus. Begitu. Ahok justru mau mendirikan tempat pelacuran khusus.
Menurut Ahok, akan jauh lebih bijak jika pemerintah melegalkan salah satu kawasan sebagai pusat lokalisasi prostitusi. Sebab diakuinya, prostitusi tidak dapat dihilangkan dari muka bumi. Maka dari pada prostitusi tersebar di mana-mana, lebih baik dipusatkan di satu titik.
http://news.detik.com/berita/3140560/ahok-prostitusi-ibarat-kotoran-manusia-yang-berserakan
Ahok justru ingin kembali mengadakan lokalisasi khusus prostitusi. Dia menganalogikan lokalisasi dengan toilet. "Kamu mau buang kotoran di mana-mana itu jorok, tapi kalau ditempatkan di satu toilet kan duduknya bisa lama," ujar Ahok.
https://m.tempo.co/read/news/2016/02/15/064744949/ahok-sulit-hapus-prostitusi-di-jakarta
Bahkan, menurutnya akan lebih baik ada tempat lokalisasi resmi agar dapat meningkatkan pendapatan daerah DKI Jakarta.
http://jakarta.bisnis.com/read/20160218/77/520520/ahok-saya-tidak-bisa-larang-prostitusi
Terus terang kalau ada yang menghina2 Muslim dan memuja2 orang kafir, saya tidak respek. Biasa2 sajalah.
“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. “ (An Nisaa 4:138-139)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu): sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada oarng-orang yang zalim ” (QS. Al-Maidah: 51)
“Hai orang2 yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang2 yang zalim” (At Taubah:23)
“Hai orang2 yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang2 kafir menjadi wali (teman atau pelindung)” (An Nisaa:144)
“Janganlah orang2 mukmin mengambil orang2 kafir jadi pemimpin, bukan orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah sedikitpun…”
(Ali Imran:28)
Fans Page Ustad Abu Janda
http://www.facebook.com/ustadabujanda
Celoteh Muslim, Celoteh News, Nasihat Muslim, News
Hari ini Jakarta serasa sangat berbeda
Sudah berulang aku datang ke kota ini
Tapi hari ini serasa berbeda..
Saat landing di Soeta...
ruh ini bergeliat beda...
serasa ada getaran yang beda...
Demi Allah aku merasakan aura Jihad...
Takbir terus terasa bergema dalam renung hatiku...
Dukungan dan doa yang semuka banyak titipkan para ikhwan di Medan...
di awali dengan pertanyaan "Ustadz berangkat?" Dan saya jawab selalu "InshaAllah", aku tetap merasa tidak ada yang istimewa dalam gelora hatiku
Teman yang mengantar saya ke bandara bertanya, "apa sudah siap dengan semua resiko ustadz?"
Dengan senyum saya nenjawab, "lantas untuk apa saya berjalan sekarang?"
Tapi...
Kini ruhku bergeliat, aku tidak mengatakan bergemuruh,...
seperti bayi yang sedang melakukan peregangan setelah lama tertidur, itulah yang kurasakan....
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok...
hanya aku berharap pada Allah...
jika ini bagian dari Jihad..
aku bersaksi aku merasakan kenyamanan di hati...
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok...
Aku meyakini bahwa gelombang ini sudah bergerak...
bertemu dengan rombongan lain di bandara...
seraya bertemu dengan mujahid.
Aku tak tahu kenapa, Tapi Gerakan Rabi'ah, jihad Suriah, Palestina hadir dalam memorinya klip per klip....
Aku tak tahu apa yang terjadi besok...
Tapi aku meyakini bahwa Allah bersama kita...
apapun yang akan terjadi besok...
sejarah kita sudah dimulai...
sejarah para Pembela Kebenaran Islam, sejarah para mujahid yang tak dapat tertidur nyenyak saat agamanya dihina...
Sejarah kita sudah dimulai...
janganlah menahan gelombang ini...
Karena...
kalian akan terbenam hina...
Jika kalian benar berpihak pada yang benar...
inilah kami!!! Akan bersama kalian...
Jika kalian tidak bernyali menegakkan kebenaran....
maka Inilah kami di hadapan kalian!!!!!
____________
Rumah Dakwah As Sakinah
Celoteh Motivasi, Celoteh Muslim, Celoteh Muslimah, Celoteh News, Nasihat Kehidupan, Nasihat Muslim, Pemerintah, Politik
🍒🛍 WAHAI AHLUS SUNNAH ...
MARI MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK PEMERINTAH MUSLIMIN
🔑 asy-Syaikh al-'Allamah 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah,
📚 "Termasuk nasehat : mendoakan kebaikan untuk pemerintah agar mendapatkan taufiq dan hidayah, kebaikan niat, amal, serta kebaikan teman-teman dekat. Karena di antara sebab-sebab kebaikan pemerintah sekaligus di antara sebab taufiq Allah kepadanya : dia punya menteri yang jujur dan menolongnya kepada kebaikan, mengingatkannya ketika lupa dan membantunya ketika ingat. Ini semua di antara sebab taufiq Allah kepadanya."
🌍 http://www.binbaz.org.sa/life-article/262/75
🍒 "Pemerintah lebih berhak untuk didoakan kebaikan. Karena kebaikan pemerintah berarti kebaikan umat.
Doa kebaikan untuk pemerintah merupakan salah satu doa yang terpenting dan nasehat terpenting. Semoga Allah memberi taufiq kepada al-Haq dan membantunya dalam menjalankannya. Semoga Allah jadikan baik teman-teman dekatnya. Semoga Allah jaga dari kejelekan dirinya dan kejelekan teman-teman duduknya.
🏔 Do'a untuk pemerintah agar mendapat taufiq, hidayah, kebaikan hati dan amal, dan teman-teman dekat yang baik merupakan perkara yang paling penting dan taqarrub yang paling utama.
📒 Telah diriwayatkan dari al-Imam Ahmad — rahimahullah — beliau mengatakan,
لو أعلم أن لي دعوة مستجابة لصرفتها للسلطان
"Kalau seandainya aku tahu aku punya do'a yang pasti terkabulkan, niscaya aku tujukan untuk kebaikan pemerintah."
Hal itu juga diriwayatkan dari al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah
🌍 http://www.binbaz.org.sa/fatawa/1934
...................................................
⛱📂 Di antara Contoh Redaksi Do'a untuk Kebaikan Pemerintah Muslim :
🌷 اللهم أصلح ولاة أمورنا، اللهم أصلح ولاة أمورنا، اللهم وفقهم لما فيه صلاحهم وصلاح الإسلام والمسلمين
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami, Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami. Ya Allah beri taufiq mereka kepada apa yang padanya terdapat kebaikan Islam dan muslimin."
🍋 اللهم أعنهم على القيام بمهامهم كما أمرتهم يا رب العالمين،
"Ya Allah tolonglah mereka untuk melaksanakan tugas-tugas mereka sebagaimana yang Engkau perintahkan wahai Rabbul Alamin."
🍊 اللهم أبعد عنهم بطانة السوء والمفسدين،
وقرب إليهم أهل الخير والناصحين يا رب العالمين
"Ya Allah jauhkanlah dari mereka teman-teman yang jelek dan para perusak. Dekatkanlah kepada orang-orang baik dan pemberi nasehat, wahai Rabbul Alamin."
🌷 اللهم أصلح ولاة أمور المسلمين في كل مكان
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kaum muslimin di semua tempat."
🍒 اللهم احفظ علينا أمننا واستقرارنا في ديارنا، اللهم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا
"Ya Allah jagalah keamanan dan ketenangan kami di negeri kami. Ya Allah janganlah Engaku jadikan berkuasa kepada kami orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami, gara-gara dosa-dosa kami."
🛡 اللهم قنا شر الفتن ما ظهر منها وما بطن
"Ya Allah lindungilah kami dari kejelekan berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tidak tampak."
•••••••••••••••••••••
Celoteh Muslim, Celoteh News, Nasihat Muslim, News
FATWA-FATWA ULAMA SALAF TENTANG DEMONSTRASI
Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Beliau pernah ditanya,
Apakah demonstrasi yang terdiri dari kaum laki-laki dan wanita dalam rangka menentang penguasa dan pemerintah termasuk salah satu sarana dakwah?
Apakah orang yang meninggal dunia saat aksi demonstrasi dapat disebut sebagai mati syahid di jalan Allah?
Beliau menjawab : “Saya berpendapat ;
Demontrasi yang terdiri dari kaum laki-laki dan wanita bukanlah sebuah solusi. Akan tetapi, demonstrasi hanya akan menjadi sebab munculnya fitnah, keburukan, kedzoliman dan pelanggaran bagi sebagian orang tanpa hak.
Namun, ada cara-cara yang sesuai syari’at Islam yaitu dengan mengirim surat, menasehati dan ajakan kepada kebaikan dengan menempuh langkah-langkah yang baik. Demikianlah yang ditempuh oleh para ulama’dan juga yang dilakukan para sahabat Nabi dan para pengikut mereka dengan baik.
Dengan cara mengirimkan surat atau berdialog secara langsung berhadapan dengan pihak pemimpin atau penguasa, tanpa menyebarluaskan di atas mimbar-mimbar atau tempat lain bahwa,”Pemerintah telah berbuat ini! Sehingga menjadi seperti itu!”.Wallahul musta’aan” __
Fatwa Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani
Di dalam Silsilah Hadits Dhaifah pada hadits tentang kisah masuk Islamnya Umar bin Khattab dan keluarnya mereka bersama Nabi dalam dua barisan untuk melawan kaum musyrikin, Syaikh Al Albani menjelaskan, "Hadits di atas munkar”. Kemudian beliau menjelaskan ;
”Barangkali itu adalah sebabnya atau menjadi sebab sebagian saudara- saudara kita, para dai, berdalil tentang disyari’atkannya demonstrasi yang dikenal pada masa ini. Bahwa : “ demonstrasi termasuk cara berdakwah Nabi”.
Dan beberapa kelompok Islam masih berdalih dengannya. Mereka lupa bahwa demonstrasi termasuk kebiasaan dan metode orang-orang kafir”___
Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Beliau pernah ditanya,
“Mengenai pemerintah yang berhukum dengan hukum yang tidak diturunkan Allah. Kemudian pemerintah mengizinkan sebagian masyarakat untuk melakukan aksi demonstrasi, yang dinamakan ‘ishoomiyyah (memperoleh kedudukan dengan hasil usaha sendiri)! Disertai undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah itu sendiri. Lalu, Orang-orang tersebut melakukannya.
Apabila aksi mereka diingkari, mereka menjawab,”Kami tidak menentang pemerintah dan kami melakukannya dengan ketetapan pemerintah”.
Apakah hal ini diperbolehkan secara syari’at? Padahal ada pertentangan dengan dalil?
Beliau menjawab,
“Wajib bagimu untuk mengikuti Salaf! Apabila hal ini dilakukan oleh Salaf, maka pasti baik. Apabila tidak, pasti jelek. Tidak ada keraguan lagi jika demsontrasi itu jelek. Sebab, demonstrasi akan menghantarkan kepada kekacauan. Yang dilakukan oleh para demonstran maupun pihak lain.
Bahkan sering terjadi pelanggaran. Bisa saja pelanggaran terhadap kehormatan, harta maupun fisik orang. Karena dalam keadaan kacau/rusuh, orang seperti mabuk yang tidak mengetahui apa yang dia ucapkan dan apa yang dia lakukan!”____
Pembaca yang terhormat,
Demonstrasi seluruhnya buruk, Apakah diizinkan oleh pihak pemerintah maupun tidak, Jika ada sebagian pemerintah mengizinkan terselenggaranya aksi demosntrasi, maka hal itu hanyalah propaganda.
Misalnya dipulangkan ke hati, sungguh pemerintah manapun tidak akan menyukai bahkan sangat membenci. Namun, ia hanya berpura-pura saja.
Sebagaimana dia mengatakan,”Ini kan demokrasi!” Padahal demokrasi hanya akan membuka pintu kebebasan (tanpa aturan agama) bagi umat manusia. Hal ini bukanlah jalan Salaf!
Fatwa Syaikh Muqbil bin Hadi
Beliau mengatakan,
“Segala puji bagi Allah. Sungguh saya sering mengingatkan tentang (dampak negatif) demonstrasi di dalam khutbah hari raya maupun khutbah-khutbah jum’at”____
Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Beliau menjelaskan,
“Agama kita bukan agama yang kacau tanpa aturan, akan tetapi agama kita adalah agama yang mapan, teratur rap, dan mengajarkan ketenangan. Demonstrasi bukan termasuk amalan umat Islam. Kaum muslimin tidak mengenal demonstrasi!
Islam adalah agama yang mengajarkan ketenangan, kasih sayang, dan kestabilan. Di dalam Islam tidak ada ajaran kekacauan, kerusuhan maupun menimbulkan fitnah. Inilah agama Islam
Hak-hak masyarakat dapat diperoleh dengan permohonan dan cara-cara syar’i.Adapun demonstrasi hanya akan menyebabkan kerusakan harta. Maka, pekara yang demikian tidak boleh” ___
Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad
Beliau pernah ditanya,
”Apakah juga termasuk dalam pengertian hadits tersebut ; seseorang yang melakukan demonstrasi untuk menentang kenaikan harga dan urusan dunia semisalnya? Apabila terjadi kedzoliman di sana?”
Beliau menjawab,
“Demonstrasi termasuk tindakan bodoh! Hal ini tidak dikenal (pada masa lalu oleh umat Islam). Demonstrasi adalah perkara yang baru saja muncul yang diadopsi kaum muslimin dari orang-orang kafir”___
Disusun oleh Abu Nasim Mukhtar bin Rifa’i
Referensi : Fatawa Al Ulama’ Fii Tahriimi Al Mudhoharaat.
Diterbitkan oleh Kementrian Urusan Islam, Wakaf, Dakwah dan Irsyad Kerajaan Arab Saudi.
Celoteh Motivasi, Celoteh News, Kisah-Kisah, News
TRUE STORY...
Ini KISAH NYATA .....
mohon dibaca pelan2 sampai rampung... 🌷🌷
Agnes adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdoa bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Agnes dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia mengatakan “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”
Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam.
Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.
Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang.
Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.
Di lingkungan barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagaikepala Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.
Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik.
Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang ‘disulap’ menjadi tempat ibadah (Gereja,red).
Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.
Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya.
Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.
Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.
Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan.
Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Agnes ihwal permintaan putra bungsunya itu.
Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja.
Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak.
Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa. Pah hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya.”
Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan.
Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.
Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”
“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono.
“Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.
Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar bisikan yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung.
Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.
Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, bahwa setelah Adzan maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta.
Meski tambah terkejut, mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis saat sayup-sayup Adzan maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas terakhirnya.
Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa
aneh lagi-lagi terjadi. Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan berkata,
“Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.”
Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.
Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan.
Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.
Sepeninggal Rio
Sepeninggal anaknya, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil.
Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK dulu,
”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah.
Saat itu Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?”
“Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.
Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp. 17.850.000.
Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun.
Hal ini diartikan Agnes sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat Rio di rumah.
Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Agnes via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan,
“Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdoa saja.”
Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan Agnes mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.
Satu malam saat tertidur, Agnes dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”.
Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya.
Bahkan setelah mendapatkan Alquran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak mendapat jawaban.
“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai.
Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap “Astaghfirullah.”
Tak lama kemudian, akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49:
“Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.
Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku.
Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.
Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.
Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.
“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono.
“Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih. Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.
Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam
Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di persimpangan.
Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra pertamanya untuk mengikuti lomba Adzan yang diadakan panitia
Agustus-an di lingkungan tempat mereka tinggal.
Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba Adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung.
Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.
Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Agnes, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya.
Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia.
Tak pelak, panitia pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta lainnya.
Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Agnes terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu.
Selesai shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.”
Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.
Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat.
Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.
Pak Martono SH beliau dulu waktu dirut jaman Pak Cacuk, bertugas sbg Kasekper, Ka Inditor, Kadiv Properti.
Setelah kembali moslem Beliau mewakafkan 7 ha tanahnya untuk pesantren Baitul Hidayah di Bandung. Subhanallahu.
ALLAH MAHA PENYAYANG KEPADA HAMBA-NYA....
Ahok, Celoteh News, Hukum, Kafir, News, Penistaan
SEBARKAN
*PERNYATAAN AHLI BAHASA NON MUSLIM ATAS PERNYATAAN AHOK MENGENAI AL MAIDAH*
Perkenankan saya menyampaikan pikiran saya mengenai “Dugaan” Penistaan Agama yang saat ini sedang ramai diperbincangkan di manapun dan oleh siapapun di negeri kita tercinta, Indonesia.
Yang Terhormat,
1. Bapak Presiden RI
2. Bapak Kapolri cq. Kabareskrim RI
3. Bapak Panglima TNI
4. Bapak Menteri Agama RI
5. Kemendikbud cq Pusat Bahasa Indonesia
6. Saudara saudara sebangsa dan Setanah Air
*Perkenalan*
Saya, Totong Sih Ariwanto, Mantan Lecturer/Dosen Bahasa Indonesia di Pusat Studi Asia Tenggara, Universitas Ho Chi Minh City, Vietnam, memberikan pendapat, dengan harapan , pendapat ini bisa dibaca dan dipertimbangkan oleh Bapak Bapak yang saya sebut di atas.
*A. Bedah bersama Bahasa Indonesia*
Bahasa yang kita pakai sehari hari ini sebenarnya sederhana dan cukup mudah dipahami oleh Bangsa Indonesia. Dalam kaidah KBBI suatu kalimat akan disebut lengkap jika memenuhi unsur SPOK (Subyek, Predikat , Obyek dan Keterangan).
Namun bisa saja kalimat itu hanya terdiri dari SPK, SPO, SP bahkan P!!!!
- Saya makan nasi pakai sendok (SPOK)
- Saya makan pakai sendok (SPK)
- Makan!! (P) Kalimat Perintah...
Perlu dimengerti , Bentuk Pasif dan Aktif HANYA hanyalah permasalahan Gramatika/Tata Bahasa. Maksudnya?.. Isi, makna ataupun esensi yang tersirat dalam suatu kalimat adalah diperankan oleh Predikat. Baik menggunakan bentuk Pasif maupun Aktif, makna atau isi kalimat TIDAK PERNAH BERUBAH.
Saya makan nasi atau Nasi saya makan, adalah kalimat YANG SAMA yang maknanya adalah Kegiatan MAKAN. Penggunaan Bentuk Aktif atau pasif hanya untuk MEMBEDAKAN bagian KALIMAT MANA yang akan ditonjolkan.
Ketika kita gunakan Bentuk Aktif: Saya makan nasi maka yang INGIN DITONJOLKAN / DITEGASKAN adalah Saya. Dalam hal ini ditegaskan yang makan nasi adalah saya BUKAN Badu, Bukan Budi, BUKAN Amir, BUKAN dia tapi SAYA.
Ketika kita gunakan Bentuk Pasif: Nasi saya makan, maka yang INGIN DITONJOLKAN / DITEGASKAN adalah Nasi. Dalam hal ini ditegaskan yang dimakan adalah NASI BUKAN Jagung, BUKAN pecel, BUKAN Cendol tapi NASI
SANGAT MUDAH DIPAHAMI.
*Permasalah Utama*.
Saat ini sebagian bangsa Indonesia ramai membicarakan Ucapan Gubernur DKI, Bapak Basuki Tjahaya Purnama (selanjutnya saya tulis BTP).
Ucpan BTP pada Menit ke 19:12 di Pulau Seribu.
Dibohongi PAKAI Surat Al Maidah 51 macem macem itu.
Saya takut masuk neraka, dibodohin itu.
Dengan membaca uraian saya di bagian atas..... akan SANGAT MUDAH menangkap arti , maksud ataupun makna kalimat yang diucapkan BTP.
*Kita Bedah bersama.*
Dibohongi pakai Al Maidah 51, macem macem itu.
Ini kalimat tidak lengkap hanya ada P dan K. Tapi sudah cukup mengadung arti sesuai yang diinginkan oleh Predikat yaitu dibohongi atau jika bentuk Aktif...membohongi. Dalam menit sebelumnya, ucapan ini ditujukan kepada Ibu Ibu yang hadir. jadi makna dalam kalimat ini sudah sangat jelas yang dibohongi adalah Ibu Ibu (tentunya Ibu Ibu yang beragama Islam).
Yang tersirat dalam ucapan BTP adalah: Al Maidah dipakai sebagai alat untuk berbohong. Sangat jelas...
Baik dalam Bentuk Aktif maupun Pasif, makna kalimat tidak akan pernah berubah , karena Pesan utama dalam sebuah kalimat terlihat pada PREDIKAT.
Hanya saja ketika sebuah kalimat tidak ada Obyek (Kalimat Intransitif) tentu tidak bisa diubah menjadi bentuk aktif.
*B. Pendapat saya Pribadi*.
BP sebagai Gubernur, sudah mengucapkan atau melontarkan Pernyataan bernada “INSULTING”, (Menuduh, mengina atapun melecehkan), itu sudah sangat jelas!!!!! Lihat mimik atau pun nada nya waktu bicara .
Sebagai Pengikut Non-Muslim (ini sama sekali bukan sara) SANGAT TIDAK PANTAS, dan SANGAT MELAMPAU BATAS, saya ulang SANGAT MELAMPAU BATAS, BTP sebagai pemimpin memasuki AREA keyakinan Orang Lain (Islam), MENGGUNAKAN ayat ayat Al Qur”an yang sangat DIsucikan oleh Umat Islam, dengan menuduh atau menghina sebagian orang Islam (dalam hal ini bisa Pemuka Agama Islam- Ulama, Kyai, Ustadz- yang menyampaikan Syiar Islam dan mungkin ayat lain dalam Al Quran, untuk menyeru Ummat Islam memilih Pemimpin yang SEIMAN) secara sadar atapun tidak sadar.
Lebih memprihatinkan, Pemeluk Agama lain (di Medsos) ikut “ Meng-COPAS”menafsirkan dan Ayat suci Al”Quran, demi memcari Pembenaran Ucapan Seoran BTP, yang merupakan Pemimpin bagi wqarga Jakarta.
Sebagai ILUSTRASI lain, banyak Video dan mungkin Kebaktian Sahabat kita yang NON MUSLIM , di mana Pendeta atau Pemuka Agama tersebut MENYERU kepada Jemaatnya untuk pilih AHOK(BTP). “Ahok itu pilihan Tuhan, Ahok itu Utusan Tuhan untuk Jakarta”. Kita pilih Pemimpin yang seiman... dsb..
Salahkah Pendeta yang menyampaikan ajakan tsb? SAMA SEKALI TIDAK SALAH, Bahkan KITA WAJIB MENGHORMATI seruan ITU. Itu Hak Mereka. Harus dihargai!!!!! Itulah Keyakinan yang TIDAK BOLEH DICAMPURI oleh Penganut agama lain. Islam pun tidak boleh memasuki area tersebut.......
Coba apa jadinya, maaf, ketika dalam seruan Kebaktian tersebut , ada yang masuk dan menyela “MAU SAJA DIBOHONGI PAKAI BIBEL!!!!! Tidak boleh kan... Pasti tidak boleh dan akan menimbulkan permasalahan serius.....
Ketika giliran Ulama menyampaikan seruan ini, kenapa semua bereaksi negative , Sara, bahkan Seorang Menteri Agama dan Presiden pun minta AGAMA TIDAK BOLEH DIPAKAI atupun DIBAWA UNTUK BERPOLITIK!!!!!!! Kenapa? Sekali kenapa????
Sangat DISESALKAN rujukan yang dipakai oleh seorang “AHLI BAHASA” Pusat Bahasa Indonesia, Ibu Yeyen Maryani, memberikan keterangan bahwa karena ini KALIMAT PASIF maka tidak ada unsur Penistaan. Saya sarankan kepada Mendikbud dalam hal ini Pusat Bahasa Indonesia, untuk mendiskusikan ulang Pernyataan Ahli Bahasa tsb., Karena pernyataan itu sekarang banyak “ di-COPAS” oleh Netizen tanpa mereka mengerti makna dari kalimat yang diucapkan BTP. Sekali lagi makna kalimat bukan ditentukan oleh bentuk Pasif ataupun Bentuk Aktif, tapi lebih ditentukan oleh Predikat...... dan akan LEBIH MENYESATKAN jika dipakai oleh Bareskrim sebagai Rujukan dalam MEMUTUSKAN KASUS INI.
*Penutup*
Bahwa sudah demikian adanya , Bangsa Indonesia ini terdiri dari berbagai Suku, Ras Agama dan Keyakinan. Ada yang perlu dipahami Jangan memasuki Urusan Agama yang Diyakini seseorang. Bagimu agamamu, bagiku agamaku.
Bahwa kita hidup di Indonesia, tetangga dan bahkan Adik, kakak dan Saudara kita ada yang Islam, Katholik, KristenBudha, Hindu, Kong Hu Chu bahkan tidak ber- Tuhan. Itu urusan masing masing. Kita tetap hidup rukun berdampingan, bercanda tanpa menyinggung satu sama lainnya.
Bahwa, SAMPAI LEBARAN KUDA (meminjam istilah SBY, 2016) yang namanya Air dan Minyak Sayur, Tidak akan pernah bisa disatukan, Dikocok, Diudeg, dengan energy Sedahsyat Bom Atom pun, mereka tidak akan bersatu. Tetapi coba berikan warna yang indah pada air, minyak, letakkan dalam SATU gelas yang indah, biarkan saja begitu.... pasti akan menjadi suatu Ornamen yang indah dilihat dan mungkin dirasakan.
Demo yang dihadiri oleh Ratusan ribu Ummat Islam bukanlan Masalah Pilkada. Namun itu adalah Demo Sebagian Ummat dari berbagai wilayah Indonesia yang merasa Tersinggung hanya karena Kesombongan, Arogansi, Tutur kata yang tidak Bijak, merasa paling benar..... dari seorang Pemimpin yang ada di kita. I
Tentu akan indah jika kita memaafkan katanya begitu... Namun harus dingat.... kata kata itu telah terlontar, telah terucap, dan telah menyakiti Ummat Islam
Semoga keadilan MASIH bisa ditegakkan di Bumi Pertiwi, Indonesia. Jangan lagi ada Diskriminasi Hukum, tajam ke bawah Tumpul ke atas.
Saya sepenuhnya bertanggung jawab terhada isi tulisan ini.
Semoga Allah SWT memberikan hidayah bagi Pemimpin bangsa Ini untuk emngambil keputusan yang tepat dengan Rujukan yang tepat dan benar. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.
Bogor, November 2016
*Totong Sih Ariwanto*
Top 5 Popular of The Week
-
MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA Coba bayangkan jika kita bisa mengangkat kesulitan orang yang kesusahan … mengenyangkan yang lapar … melepaskan o...
-
JILBAB BUKAN PRODUK BUDAYA... Kata jilbab bila ditinjau dari segi bahasa mengandung beberapa pengertian di antaranya, "Qamish yaitu pak...
-
SIFAT ALAMI PRIA... ? (WANITA harus BACA) ✓ Pria itu EGO nya tinggi.. Jadi jangan suka membanggakan laki2 lain di depannya.. Kerana dia ingi...
-
KITAB BABUL IHSAN #di dalam laku tassawuf amalan ada tahap tingkatan nya Penggolongan tingkat-tingkat amal seseorang, yaitu tingkat pertama ...
-
Hadist-Hadist CINTA قال رسول الله ص. م. احبب حبيبك هونا ما عسي ان يكو ن بغيضك يوما ما وابغض بغيضك هونا ما عسي ان يكو ن حبيبك يوما ما (رواه ا...
-
UNTUK SESEORANG YANG ADA DI HATIKU Untuk seseorang yang Selalu ada di hatiku.. Maafkan aku.. Jika aku tak memberimu kabar,(karena arti mu su...
-
LIMA KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN... Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bawasanya Rasulullah ...
-
Assalamu'allaikum wr wb HIDUP DAN MATI ITU MILIK ALLAH. BUKAN MILIK MANUSIA . Hidup dan mati itu milik Allah. Bukan milik manusia. Manus...
-
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh... 📜 * KITA TAHU, TAPI SAYANG …*❓ ✏ *Oleh: Ustadz Zainal Abidin*, ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟ...
-
SEPULUH KEUTAMAAN DALAM SHALAT YANG PATUT ANDA KETAHUI Bismillahir Rahmanir Rahim. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. dan sela...